Panduan MPASI

​Silakan gabung di sana 🙂
Silakan dipahami :

Dari awal mp asi bayi udah boleh kenal aneka jenis bahan makanan, bukan cuma buah saja. Pemberian mp asi hanya buah saja tidak dianjurkan lagi karena akan menyebabkan bayi kurang nutrisi dan menyebabkan bayi kelebihan asupan serat. Asupan serat berlebihlah yang memicu sembelit, bayi butuh banyak protein dan lemak, bukan banyak serat 🙂 MP ASI bukan bubur tepung ataupun air tajin. Tidak perlu menu sama sampai berhari-hari, dengan panduan WHO justru dianjurkan variasi setiap hari.
Berdasarkan panduan mpasi-WHO : 

Semua jenis bahan makanan dikenalkan sejak 6m, aneka sumber karbohidrat, aneka sayuran, aneka protein nabati (kacang-kacangan & olahannya) dan aneka protein hewani (daging, ikan, ayam, telur, ati, dll), aneka buah, termasuk sumber lemak tambahan seperti santan, minyak,  margarin, mentega, serta kaldu.   Tekstur makanan yang dianjurkan sejak awal mp asi adalah semi kental bukan encer seperti asi yaitu ketika sendok dimiringkan, makanan tidak langsung tumpah mengucur, tapi jatuh perlahan. Kekentalan menunjukkan semakin banyak nutrisi.
Untuk perkenalan awal mpasi, paling lama 2 minggu pertama menu tunggal (dari satu bahan), boleh ditambah asi, jaga tekstur agar tetap semi kental. Frekuensi makan 1-2x sehari dengan porsi 2-3 sdm dewasa tiap kali makan. Jadi bukan hanya buah saja atau sayuran saja, tapi bisa juga protein hewani, kacang-kacangan dan aneka karbohidrat.
Paling telat minggu ketiga sudah harus dikenalkan bubur halus/saring lengkap karbo + sayur + protein hewani + protein nabati (kacang-kacangan atau olahannya) + sumber lemak tambahan (santan/minyak/mentega/margarin). Frekuensi makan 2-3x sehari,  mulai diberikan makanan selingan 1x.  
Jadi minggu ketiga, selain buah sebagai selingan, dalam 1x makan dalam 1 piring/mangkok harus ada sumber karbohidrat + hewani + nabati + sayuran + lemak tambahan. Dan jadikan menu buah sebagai bagian dari menu harian mpasi dan keluarga bukan hanya untuk awal pengenalan mpasi 🙂
Anjuran pemberian protein hewani sejak awal mp-asi direkomendasikan secara resmi oleh Kementrian Kesehatan RI dan merupakan baku pmberian makan bayi dan anak (PMBA).
Banyak penelitian ilmiah yang secara evidence-based merekomendasikan pentingnya asupan protein untuk usia 6-24 bulan agar tumbuh kembang anak optimal, terhindar dari resiko ADB (anemia defisiensi besi). Kurangnya protein membuat pertumbuhan anak tidak optimal, bahkan beresiko menyebabkan anak stunting (kecil pendek) bahkan gagal tumbuh.
Berikut referensi pemberian makan bayi dan anak yang dianjurkan :

http://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/9789241597494/en
Complementary feeding WHO : 

http://www.who.int/nutrition/topics/complementary_feeding/en/
Key Message Booklet UNICEF :

http://www.unicef.org/nutrition/files/Key_Message_Booklet_2012_small.pdf
Anjuran ini pun sudah ada di dalam buku KIA 2015 :

http://www.depkes.go.id/article/view/15051100001/buku-KIA-2015.html
Agar terhindar dari sembelit perhatikan komposisi makanannya, bukan hanya buah saja 🙂
Berikut list bahan pangan yg tinggi serat rentan memicu sembelit, sehingga disarankan tidak diberikan berurutan dalam menu tunggal :

Pepaya

Wortel

Oat

Mangga

Pisang

Jagung

Kangkung

Bayam

Buncis

Apel

Tempe

Brokoli

Ubi

Beras merah

Sawi

Kentang

Labu kuning

Singkong, dll
Karena banyak, maka padu padan dengan rendah serat, dengan buah yang kaya kandungan air/lemak, protein hewani dan nabati, selalu beri lemak tambahan. Sayuran dan buah umumnya memang merupakan sumber serat.
Bayi butuh serat, tapi kalau terlalu banyak justru memberatkan kerja pencernaan. Selama padu padannya pas dengan yang rendah serat/banyak air/hewani/nabati, imbangi dengan lemak tambahan, air putih, tetap asi, akan mengurangi resiko sembelit tidak berurutan tinggi serat.
Banyak ibu-ibu yang masih fokus buah dan sayuran saja untuk mp asi, sedangkan buah dan sayur kaya serat. Bayi butuh lebih banyak protein dan lemak, itu sebabnya ada anjuran pemberian variasi bahan pangan sejak awal mp asi, terutama protein hewani.
Prinsip MPASI :

1. Kukus / rebus (silakan baca file mengenai ini)

2. Bisa ditambahkan bumbu aromatik (silakan baca file mengenai ini)

3. Penyet-penyet menggunakan punggung sendok di atas saringan kawat, kerok bagian bawah saringan dan ikut diberikan di mangkok saji

4. Berikan lemak tambahan 2 sdt – 1 sdm (silakan baca file mengenai ini)

5. Boleh tambahkan air matang / air kaldu / asip untuk mengatur tekstur hingga semi kental (sendok dimiringkan, makanan akan jatuh perlahan bukan mengucur)

6. Sajikan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s