wawancara tim tema sabumi tentang HS

​❤🌿💛🌷💚🌿?🌷?💜🌿💙🌷
Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaykum bunda-bunda shalihaat, alhamdulillah tiba pada hari Rabu, 14 Desember 2016, 14 Rabiul Awwal 1438 H.
Mari kita simak bersama wawancara tim tema dengan bunda yang baru saja menjalani HS, semoga menambah gambaran kita mengenai masa-masa adaptasi dan perjalanan HS.

🍄🌏🍄🌏🍄🌏🍄🌏🍄🌏🍄
*Biodata Narasumber*
Beliau adalah Teh Iin Churin’in, berdomisili di kota kembang Bandung, Allah karuniakan 1 putri (Azka, asrama di Asy Syifa Boarding School), dan 3 putra (Umar 11 tahun, Salman 8 tahun, dan Habib 2 tahun).
Tahun ajaran ini, kedua putra beliau baru saja menjalani HS. Masih hangat ya masa transisinya…
Yuk kita simak bagaimana perjalanan keluarga Teh Iin menuju HS kedua putranya dalam wawancara berikut.
🌸 Sejak kapan memulai HS?

💐 Baru tahun ajaran ini. 2016/2017 umar dan salman tidak lagi lanjut sekolah formalnya.
🌸 Kenapa memutuskan untuk homeschooling?

💐 Tahun ini kurang lebih kami menamainya: _tahun exploring dan bonding_
Dua hal yang memang agak sulit dimiliki saat sekolah formal kemarin. Mengingat waktu sekolah yqng full dari pagi sampai sore hingga sering maghrib anak2 baru sampai rumah dan sudah kelelahan. Interaksi dg keluarga (orang tua) tentunya juga terbatas. Maka saat libur ramadhan kemarin kami memutuskan untuk exploring bakat minat dengan memaparkan pada berbagai kegiatan sebagai stimulusnya.

Karena kalau dalam hal akademik kami rasa tidak ada masalah insya Allah. Alhamdulillah umar& salman berada dlm peringkat 3 besar di sekolahnya selama ini.

Saat HS ini, kami fokus dulu pada mata pelajaran yg di UN kan dan itu jadwalny sepekan 3x@2jam (abi dan umminya yg ngajar) alhmdlh sdh tercover. Sisanya exploring kegiatan saja.
Oya sebagai tambahan, menurut saya, tidak semua keluarga harus hs, tidak semua anak harus hs, karena juga belum tentu yang hs lebih baik dari sekolah formal dan begitupun sebaliknya. Masing-masing memiliki konsekuensi dan setiap keluarga memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Maka pilihan dari sekolah formal ke hs juga bukan harga mati bagi keluarga kami. Sangat mungkin tahun ini cocok dilakukan hs sesuai visi misi keluarga, tahun depan memilih sekolah formal dst. Terbuka saja. Tapi tentunya harus berdasarkan perencanaan yang matang.
🌸 Bagaimana ceritanya mulai memilih dan menjalani homeschooling?

💐 Alhamdulillah saya dan suami sepakat soal prioritas pendidikan anak. Dan aktivitas usaha yang kami jalani sekarang memungkinkan kami sebagai orangtua untuk intens ‘memegang kendali’ pendidikan anak-anak.

Wacana HS sudah beredar di keluarga 3 tahun belakangan baik lewat buku-buku, bergabung di komunitas medsos maupun berinteraksi dg para pelaku HS. Dan kami sangat mengapresiasi hal ini.
Seperti yang dsampaikan, saat ramadhan lalu, libur 1 bulan adalah project keluarga untuk bonding. Semua bergabung karena sulung juga sudah libur dari pesantrennya. Dan kami sangat menikmati kegiatan bersama termasuk project travelling keluarga yang di sepanjang jalannya adalah proses belajar keluarga. Semua orang sangat menikmati hal ini. Maka abi sebagai pemimpin memutuskan hasil musyawarah bahwa tahun ini kami hs utk umar dan salman. Bismillah.
🌸 Siapa yang berperan besar dalam proses deschooling ini?

💐 Tentunya kepala sekolah keluarga kami aka Abinya anak-anak yang memutuskan. Dan saya bertugas mengesekusi dengan segera. Dengan pamitan pada sekolah lama, mengurus kepindahan, mencari berbagai kgiatan yang ditawarkan, mengusulkan aneka program dan seterusnya.
Betul jika dikatakan bahwa suami istri harus kompak untuk menjalankan hs ini. Harus satu suhu, satu pemahaman. Karena harus saling menguatkan dan membackup.
Karena sebagai orang tua hs-er, kami justru harus belajar lebih banyak hal sebagai amunisi untuk handling anak-anak.
_bersambung_

Tim Tema Diskusi Harian HSMN Pusat
HSMN.Timtemadiskusi@gmail.com
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🔅🔆🔅🔆hsmn🔆🔅🔆🔅

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥facebook.com/hsmuslimnusantara

👥FB: HSMuslimNusantara Pusat

📷 instagram: @hsmuslimnusantara

🐤 twitter: @hs_muslim_n

🌐 web:

hsmuslimnusantara.org
🍄🌏🍄🌏🍄🌏🍄🌏🍄🌏🍄
Seru ya ber- _homeschooling_, 
Namun memutuskan HS atau tidak, tetap  kembali pada visi misi keluarga ya Bunda.
Bagaimana dengan bunda-bunda solihah semua?  
Apa yang mendasari bunda-bunda memilih bentuk pendidikan untuk buah hati (baik HS maupun sekolah)? 
Berbagi yuk.. 
Mari berbagi ilmu dan hikmah yang telah Alloh beri..
Semoga Allah selalu membimbing kita dalam menjalani pendidikan buah hati ini.
❤🌿💛🌷💚🌿🌷💜🌿💙🌷
*TIM TEMA DISKUSI HARIAN* 

              *HSMN PUSAT*
Berbagi kue akhirat (baca: open recruitment TIM TEMA)

Bunsolcan yang berminat bergabung buka link berikut ya…

                         

http://bit.do/oprec-tim-tema

                                                                           

_Jazakunnallohu khoiron katsiro_

🌺🌻🌹🌷🌼🌺🌻🌹🌷🌼
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamualaikum  bunda sholihat..  Hari ini Rabu 21 Desember 2016 / 21 Rabiul Awal 1438 H. Bunda masih ingat dengan artikel pekan lalu kah?  Bagaimana proses yang dijalani teh iin dan keluarga ketika memutuskan untuk HS. Nah kita lanjutkan hasil wawancara yang sudah dilakukan tim tema dengan teh iin yuk. 

🍄🌎🍄🌎🍄🌎🍄🌎🍄🌎
🌸 Siapa yg berperan besar dlm proses deschooling ini?
🌷Tentunya kepala sekolah keluarga kami aka Abinya anak-anak yang memutuskan. Dan saya bertugas mengeksekusi dengan segera. Dengan pamitan pada sekolah lama, mengurus kepindahan, mencari berbagai kgiatan yang ditawarkan, mengusulkan aneka program, dst. 

Betul jika dikatakan bahwa suami istri harus kompak untuk menjalankan HS ini. Harus satu suhu, satu pemahaman. Karena harus saling menguatkan membackup

Karena sebagai ortu HS, kami justru harus belajar lebih banyak hal sebagai amunisi untuk handling anak-anak
🌸Bagaimana jadwal anak-anak pasca HS dan kesan anak-anak ketika menjalaninya?
🌷Awal HS tentunya sambil meraba metode apa yg paling pas bagi kami dan membuat jadwal harian yg cukup ketat per jam di setiap harinya dengan titik tekan kompetensi pmbelajaran.

Tapi kemudian kami lbh fleksibel dan lebih menitikberatkan pada exploring bakat minat lewat berbagai kegiatan baik itu outsource kursus maupun brgabung di kegiatan offline komunitas.

Tentu saja anak-anak lebih enjoy dan happy karena mereka belajar hal yang mereka sukai dan menjadi minatnya, contohnya bs belajar lebih banyak tentang pemrograman komputer atau ikut panahan dan berenang. Ataupun terlibat kegiatan outdoor leluasa lewat komunitas pramuka HS. Tp juga ada kegiatan yang mereka memang wajib melakukannya seperti tahfidz karena capaian  keluarga yg disepakati, dengan waktu yang lebih banyak dbanding saat sekolah formal dahulu.

Yang jelas setiap hari kami memiliki jadwal exploring ini sebagai kegiatan rutin, sisanya baru diseling aktivitas akademis, membaca, menulis maupun lifeskill.

Bonusnya tentunya bonding klrg lebih kuat. Kemana-mana kami bersama, dan ini menyenangkan sekali Alhamdulillah.
🌸 Putri pertama teteh boarding, dan 2 putra hs. Dari kedua hal ini, mungkin teteh ada insight atau pesan kesan untuk para bunda mengenai metode pendidikan yang tepat untuk ananda? 
🌷Seperti disampaikan di awal, pilihan HS dan sekolah formal bagi kami bukan harga mati. Salah satunya yg menjadi kesepakatan saya dan suami saat ini misalnya saat anak usia SMP, maka pilihan kami memang boarding. Karena inilah saat anak membangun jati dirinya dengan basic yang harus kuat. Berada dalam lingkungan sebaya yang baik akan menstimulus konsep diri dan kemandiriannya. Karena dia akan berlaku sebagai siapa dirinya. Hal ini sesuai pula dengan konsep balighnya, bahwa saat itu tiba maka dia bertanggung jawab terhadap amalannya karena sudah terpisah hisabnya. Semua yang dilakukannya sudah memiliki konsekuensi yang harus siap diemban oleh dirinya sendiri sebagai pribadi. Keluar dari zona ‘nyaman’ sebagaj anak dari umi abinya. Tapi sudah menjadi seorang baligh. Maka umar pun saat ini sedang kami persiapkan untuk bisa boarding saat SMP nanti.

Adapun saat lulus SMP, semuanya In Sya Allah kembali berkumpul bersama keluarga di Bandung. Entah itu sekolah formal maupun HS krn sudah lebih intens persiapan masa depan menuju kuliahnya. Justru sudah harus fokus menemukan minat dan bakatnya dan sudah lebih banyak magang untuk memperluas jaringan sekaligus belajar dari ahlinya untuk mengumpulkan ilmu.
Wallahu a’lam. Hari ini, inilah konsep yg diyakini keluarga kami, jika nanti Allah memberi petunjuk lain, tentunya juga sangat terbuka dengan berbagai perubahan. Karena sekali lagi, kami justru adalah pembelajar.
🌸 Terakhir, khusus untuk hs yang sudah dijalani, ada kesan dan pesan yang bersedia teteh bagi?
🌷 Keep being happy mom and happy family. Karena inilah energinya. Hs itu lebih berat karena memang kita sebagai orang tua justu bertindak sebagai pelaku utama pendidikan anak yang harus update ilmu dan informasi termasuk harus banyak sharing dengan yang lain. Tidak selalu semua berjalan ideal, drama bisa muncul di tengah jalan misalnya ketidak akuran kakak adik (boys always do that 😜) atau karena masih ada balita maka juga masih perlu banyak waktu untuk adik kecilnya ini dsb. Jangan terlalu stress dan strike pada jadwal. Fokus pada pencapaian, jangan memaksakan diri menjadi sempurna dan tidak usah terintimidasi oleh keluarga lain 😅 Karena tiap keluarga memiliki targetan yang berbeda.
Fokus membangun keluarga yang haus ilmu dan bersemangat menuntut ilmu. Perencanaan dan evaluasi memang membutuhkan kekonsistenan orang tua sebagai fasilitator belajar anak.
Saling mendoakan insya Allah, kita tidak sendiri, ada banyak orang tua dan keluarga hebat yang bisa dijadikan inspirasi alhamdulillah.
_Selesai_
Tim Tema Diskusi Harian HSMN Pusat
HSMN.Timtemadiskusi@gmail.com
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🔅🔆🔅🔆hsmn🔆🔅🔆🔅

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥facebook.com/hsmuslimnusantara

👥FB: HSMuslimNusantara Pusat

📷 instagram: @hsmuslimnusantara

🐤 twitter: @hs_muslim_n

🌐 web:

hsmuslimnusantara.org
🍄🌎🍄🌎🍄🌎🍄🌎🍄🌎
Bagaiman bunda, sudah makin jelas ya proses yang dijalani teh iin untuk men-HS kan putra putrinya.  Nah bagi bunda yang putra putrinya HS juga,  sharing pengalamannya yuk.. 
Yuk.. kita diskusi…

mari saling menebar ilmu dan hikmah yang telah Alloh beri…
🌺🌻🌹🌷🌼🌺🌻🌹🌷🌼
📕📗📘📕📗📘📕📗📘
*TIM TEMA DISKUSI HARIAN* 

              *HSMN PUSAT*
_Berbagi kue akhirat_ (baca: open recruitment TIM TEMA)

Bunsolcan yang berminat bergabung buka link berikut ya…

                         

https://goo.gl/forms/CNRekrNSSsfLxmyT2  

                                                                           

_Jazakunnallohu khoiron katsiro_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s