kulwap bareng hsmn bekasi

​[11/2, 19:14] iin churin in: Biodata :

Nama : Iin Churin’in

Ttl : Bandung, 01 Juli 1980

Domisili : Bandung

Pendidikan terakhir : Apoteker ITB’98

Aktivitas : 

-Ibu dari 4 (empat) orang anak usia 13, 11, 8 dan 2 tahun

-Owner moz5 salon muslimah Bandung

-Owner Galenia mom and child center Bandung

-Owner Hawagym Rancabolang Bandung

Visi : menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi ummat
Materi kulwap

Bisnis vs Mengelola rumah dan mendidik anak
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalaamu’alaikum wr.wb
Terima kasih atas kesempatan bersilaturahim dengan ibu-ibu hebat di sini. Insya allah selama satu jam ke depan, saya bersemangat untuk saling berbagi dan belajar bersama ibu-ibu semua. 

Diskusi tentang peran seorang ibu yang harus siap memiliki ‘banyak kaki’ rasanya tidak pernah ada habisnya ya bu..

Selain memiliki tugas domestik di dalam rumah, pada beberapa kondisi, kita dihadapkan untuk siap pula melakukan aktivitas di luar rumah, dengan berbagai alasan.

Apakah itu bekerja, beraktivitas organisasi, maupun mengisi lahan dawah lainnya. Termasuk berbisnis.
Saya sangat senang melihat animo bisnis yang semakin bertumbuh beberapa tahun ke belakang, sungguh jauh berbeda dibanding tahun awal 2000 pasca krisis moneter ’98 yang membuat perekonomian negara ini tiarap.

Sekarang ada banyak seminar bisnis hingga fasilitas coaching yang mudah diakses, yang itu sedikit banyak signifikan menyebarkan virus bisnis di masyarakat. Termasuk di lingkungan para ibu.
Pilihan bisnis begitu menarik bagi para ibu mengingat tawaran waktu yang fleksibel saat menjalankannya. Artinya kita bisa sambil mengelola rumah tangga dan tidak kehilangan momen bersama anak. Sungguh kondisi yang ideal saat bisa berjalan beriringan. Bisnis yang sukses tentunya bisa menambah pemasukan keluarga.
Namun pada kenyataannya, berbisnis pun tidak sesederhana yang dibayangkan, tentunya tetap membutuhkan berbagai energi dan melalui berbagai proses sebagaimana aktivitas lainnya.

Sebagai ibu yang berkomitmen untuk bisa mendidik sendiri putra-putrinya, tentunya membutuhkan strategi agar tugas utama tidak terbengkalai selagi disibukkan dengan aktivitas bisnis
Kemudian muncul kegalauan, apakah memang mendidik anak bisa ‘disambi’ dengan aktivitas lainnya?

Insya allah akan kita diskusikan bersama ya ibu-ibu solihah..

[11/2, 21:55] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: Mau nanya yaa 

#tanya narsum

Bagaimana tips & trik langkah awal untuk memulai & memilih bisnis apa yg pas

*Mba ros

[11/2, 21:56] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: #tanyanarsum

Mba Catur
Bu Iin.. menurut Ibu apa saja manfaat bisnis yang beririsan dengan mendidik anak? 
Saat ini kami masih menjalani unschooling.. di bayangan saya sepertinya banyak kemiripan aktivitas unschooling kami dg dunia bisnis. 

*Anak2 belajarnya on their own sama tdk ya bu bhw pebisnis itu mmng dislike following orders?

*Anak2 senang mengeksplore,curious.. sama tdk ya bu bahwa pebisnis itu membutuhkan inovasi2 bkn di dikte?

*sy ingin anak2 belajar dan bekerja krn passionnya.. sama tdk bu bhw enterpreneur sangat  membutuhkan motivasi dari dlm dirinya utk meningkatkan bisnisnya dan jk ia berbisnis di atas passionnya dijalanin dg sangat menyenangkan?

*Mba catur

[11/2, 21:57] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: #tanyanarsum 

Teh, apakah mendelegasikan tugas kepada yg lain juga harus didukung dengan kondisi finansial teh?, karena terus terang ingin mendelegasikan tugas2 domestik Krn ingin lebih bermanfaat untuk sesama tetapi belum mendukung secara finansial 😬.

*Henny

[11/2, 21:57] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: #tanya narsum

Nama : Engga

Pertanyaan :

Semoga nyambung dgn temanya 😬

Mba iin..Saat ini saya sedang merintis usaha kecil2an..bagaimana untuk menyemangati diri saya sendiri karna niat u/bisnis ada cuma kadang suka mood2an 😬..

Dan Kadang suka kepikiran biarin dpt untung kecil dl yang penting bisa kejual..apakah itu tidak apa2..

Syukron mba iin…

[11/2, 21:57] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: Airin

Tanya narsum

Kok bisa usaha nya banyak gitu Teh?  Kece badaiii Masya Allah..  Awal mula nya gimana?  Hatur nuhun 

# customer moz5 dan Galenia hihihi

[11/2, 21:58] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: #tanyanarsum

1. Bolehkah berikan contoh (mungkin dlm bentuk foto) jadwal harian yg mba Iin buat? Karena terus terang saja saya merasa cukup kualahan mengingat tugas domestik rumahtangga blm saya delegasikan ke siapapun karena tidak.menggunakan jasa asisten/PRT.

Rahma

[11/7, 07:08] iin churin in: Salam silaturahim mba ros..

🙂

Sebagaimana aktivitas lainnya, bisnis juga akan sangat ringan dijalankan jika sesuai dengan visi dan minat kita..

1. Cari alasan terkuat. BIG WHY mengapa kita mau melakukan sesuatu.

Motivasi kita berbisnis utk apa?

-mencari tambahan penghasilan?

-ikut2an teman yg keliatannya asyik banyak uang lewat online shop

-ingin punya pemasukan pribadi sambil mengasuh anak

-dst dsb
Ini nanti akan juga memberi batasan kpd kita utk siap all out terjun memberikan seberapa banyak utk aktivitas bisnis
2. Listing apa yg menjadi minat kita yg bs dibisniskan. Kita lbh senang baca buku daripada mengikuti trend mode misalnya. Brarti jualan buku bs jd akan lbh menyenangkn utk kita dibanding jualan tas.

Meski bisa saja kita berjualan produk yg sblmnya kita tdk kenal, tp kita hrs siap utk mencari tau produknya dan belajar cepat
3. Lihat lingkungan terdekat kita, apakah kita bnyk berinteraksi dg anak muda atau karyawan atau ibu rt atau muslimah?

Ini akan membantu kita memilih produk yg akan dijual.

Kita berjualan anti gores hp dan aksesoris hp yg lucu2 tapi komunitas kita adalah ibu2 rumah tangga.

Tentunya akan membutuhkan usaha lebih keras utk mencari pasar remaja/pelajar yg suka update ganti aksesoris hp
4. Lakukan survey/analisa pasar terkait rwncana bisnis kita
5. Action, berani memulai. Krn bisnis hrs dimulai. Gagal atau rugi adalah proses belajar. Jangan berfikir tdk pny modal maka tdk bs bisnis. Krn skrg ada bnyk kesempatan bisnis tnp modal misalnya dg mjd dropshipper atau utk mencari modal bs mengusahakan dari kelrgt terdekat dg sistem bagi hasil drpd pinjam ke bank.

Dimana ada keinginan disitu ada jalan
6. Siap belajar cepat dan bnyk berdoa

[11/7, 07:22] iin churin in: Waaw barokallah mba catur yang bersemangat mendidik anak2 dari rumah 😘
Berbisnis itu saya rasakan banyak mengajarkan banyak hal dan meng upgrade diri dg cepat krn praktek lapangan.

Terutama saat merintis bisnis, semua dikerjakan sendiri dari dasar ya
Sewaktu awal menikah dan thn 2004 mencoba membuka bisnis les di rmh, saya jd hrs belajar marketing utk memasarkan tempat kursus sy. Saya belajar bikin brosur, belajar menyebarkannya, kmd menganalisis alat marketing apa lg yg bs dipakai. Mengevaluasi. 

Mengelola guru saya jd belajar ttg sdm, hrd

Berinteraksi dg ortu sbg pelanggan, belajar komunikasi efektif dan public speaking

Membuat laporan keungan bulanan belajar ttg finance

Menjd guru pengganti belajar ttg teknik mengajar, psikologi anak dsb, dll
Intinya saat kita mengetahui goal dalam melakukan sesuatu, ini akan mempercepat proses belajar kita.

Dalam pendidikan anak tentunya sangat berkaitan
Salah satu kelemahan pendidikan sekolah kita kan anak disuapi dengan pelajaran yg sdh diagendakan ssuai kurikulum yg sangat padat tanpa mereka tau kenapa hrs belajar itu, apa gunanya dlm kehidupan, maka gairah belajar blm muncul
Ssghnya yg hrs kita tumbuhkan pada anak kita adalah semangat utk belajar mandiri dan haus akan ilmu.
Jika anak sdh mengetahui keinginan masa depannya,misalnya ingin jd programmer komputer. Maka kita bs ajak dia mengexplore ilmu apa saja yg dia butuhkan utk mendukung cita2nya.

Maka dia hrs semangat belajar mat utk mengasah logikanya misalnya, hrs expert bhs inggris krn media belajarnya ada banyak dlm literatur inggris, dst dll.

Listing ini akan menuntunnya utk belajar mandiri mencari tau apa yg dia butuhkan

[11/7, 07:28] iin churin in: Salam silaturahim mba Henny 😘
Ada konsekuensi tentunya atas pilihan yang kita ambil. Proses delegasi ini tentunya membutuhkan kemampuan finansial yg mencukupi jika kita hrs mengeluarkan uang utk menggaji org yg kita delegasikan.
Ini hrs dibuat targetannya. Misal jika dg mendelegasikan kpd ol, kita jd bisa melakukan a,b,c dan sangat worth it. Knp tdk? Buat targetan kita perlu mengumpulkan dana berapa lama atau membuat target penjualan sekian hingga sdh layak didelegasikan ✅

Jika blm mampu, mmg mgkn kita msh punya pe er utk dselesaikan oleh kita sendiri.

Krn jgn sampai malah mjd masalah baru saat delegasi tp msh menyisakan pe er di kita ✅

[11/7, 07:35] iin churin in: Hai mb Engga, salam Silaturahim 😘
Itulah mengapa diperlukan motivasi atau mencari big why atas alasan kita berbisnis supaya kita selalu mood.. Termasuk akan berpengaruh thd pencapaian target omzet
Seseorang yang cthnya berjualan olshop dengan bc di bbm, wasap, update status fb dan ig setiap hari dg standar yg sama, akan berbeda dg sseorang yang kemudian belajar marketing online dan mempraktekannya.

Misalnya berusaha menaikkan jml follower/likers di fanpage, endorse produk kpd selebgram, membuat promo, membuka akun di tokopedia/shopee, sebar brosur di car free day, co branding dg usaha lain dsb dst
Lakukan evaluasi berkala dan buat targetan yg menantang kita setiap minggunya supaya kita selalu on mood dan terhububg dg bisnis kita. Bs juga sambil baca2 buku bisnis atau ikut swminar/coaching di youtube jika terbatas dana misalnya
Kita akan mendapatkan hasil sesuai yg kita usahakan :)✅

[11/7, 15:50] iin churin in: Hai hai t Airin, nuhuun sdh menjadi pelanggan moz5 dan galenia 😘
Kok bisa usahanya byk gitu? Wah bingung juga jawabnya hehe.. Yg lain banyak yg jauh lbh banyak klo mau banyak2an mah yaa 
Tp bukan itu poinnya tentunya. 

Salah satu niatan berbisnis di klrg kami agar bs mjd sarana mberi manfaat bagi sekitar disamping spy pny waktu yg lbh fleksibel utk klrg dan dawah.
Passion saya di dunia pendidikan anak dan ibu pada awalnya. Makanya buka bimbel dulu, trus saat suami menawarkan akan upgrade bisnis apa lg setelah 5thn, saya berfikir yg konsumennya wanita, maka ambil franchise moz5 krn tdk pny basic salon. Klo franchise sdh ada sistem bakunya yg tinggal dijalankan
Di perjalanan bertemu tawaran bisnis yg kami kira akan bnyk manfaatnya juga bagi masyarakat, maka buka galenia bareng2 dg bbrp teman

[11/7, 15:51] iin churin in: Biasanya mmg Allah akan tunjukkan jalan yg kita cenderunh kepadanya ya. Repot? Ya pasti.. Krn bisnis kan spt merawat anak.. Hrs dijaga, dievaluasi, diawasi.. Gak mulus semua, tp alhmdlh diniatkan sbg proses belajar.
Dan skrg msh terus belajar tanpa henti. Mhn doanya ya teteh2 ✅

[11/7, 15:55] iin churin in: Jadwal harian msh di laptop, blm print baru lagi..

Sudah otomatis berjalan soale, jd gak liat2 jdwl kecuali reminder agenda inti malam h-1
Eh tapi klo boleh sharing, saya kok cukup sepakat dg bc dari seorang ibu bbrp waktu lalu di wasap.. Kurang lebih seperti itu cukup mirip pengaturannya yang cocok dg saya
Saya share tulisannya disini gpp ya ✅

[11/7, 15:55] iin churin in: *Tips mengatur waktu untuk ibu Rumah tangga*
Pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak ada henti nya.. baru aja jemur baju eh tempat baju kotor udah penuh lagi… baru kelar nyetrika eh jemuran udah pada kering lagi…. baru aja cuci piring eh sudah numpuk aja lagi… baru kelar ngepel ehudah berantakan lagi…
dan semua itu RUTIN setiap hari….*7 hari seminggu, 30 hari sebulan dan 365 hari setahun tanpa CUTI
Stresss… hal yang dekat sekali dengan ibu rumah tangga… belum lagi bila gaji suami gak cukup untuk sehari2.. anak mulai banyak dan kebutuhan semakin meningkat..
Semua kerjaan yang terlihat sepele di mata laki2 menjadi masalah besaaaaar buat istri. Saat tingkat stress meningkat dan lalu anak yg jadi korban
Numpahin air aja bisa bikin emak ngamuk seolah2 anak melakukan dosa besaaar…  makan berantakan anak dibentak, berantakin mainan anak di omelin, yaa Allah kasiaaan bangettt yang jadi anaknyaaaa
Anak jadi suka cari perhatian kalau di luaran?? iyalah karena dirumah dimarah2in terus..
Anak rewel kalau di luar? iyalaah wong kalo di rumah merasa gak disayang…
Anak suka ngamuk?? ya iyalah ada yang nyontohin… emak nya suka ngamuk gaaak???
Saya ibu dari 4 anak yang lahirnya dekat2an kecuali anak ke 4
Saat anak ketiga lahir , anak pertama baru berusia 5thn dan anak kedua 3 tahun.. dan saya mulai usaha
Kenapa?? karena gaji suami mulai tidak cukup waktu itu..
Usaha saat anak masih kecil2 itu luar biasa….!!! mau ambil pembantu?? uang nya belum cukup…. lagian usaha juga baru mulai…
Naah masa masa ini perjuangan berat buat ku… dan aku sudah berjanji pada diri ku sendiri bahwa kebutuhan anak adalah PRIORITAS.
Maka yang aku lakukan waktu itu adalah….
Mencatat dan mendata pekerjaan apa saja dan waktu yang aku habiskan untuk menyelesaikannya. ribet ya?? iya awalnya ribet tapi setelah “tau trik” nya… maka kita akan sangat menghargai waktu..
Langsung aku contohkan yaa… supaya pada bisa langsung praktek
Ambil 1 buku tulis kosong lalu garis2 menjadi 4 kolom ( sekarang bisa pakai excel lebih mudah)
Kolom 1 tulis judulnya tgl/hari
Kolom ke 2 tulis judulnya jam
Kolom ke 3 tulis judulnya kegiatan 
Kolom ke 4 tulis judulnya selesai jam 
Kebayang yang harus dikerjakan??? iya… mencatat semua aktivitas dr bangun tidur sampai tidur lagi
Awal2 dulu saya lakukan 1 bulan full , kalau sudah terbiasa gak perlu lagi, tapi kalau kalian mau coba yaa….minimal lakukan 3 hari deh , ternyata nanti kita jadi tau waktu mana yang paling banyak terbuang seharian
Contohnya gini nih
jam 04.00       bangun tidur
jam 04.05       kekamar mandi                                            5 menit
jam 04.10      sholat subuh                                                   5 menit
jam 04. 15  ke dapur masak sarapan dan bekel              30 menit ( sayuran sdh bersih dr malam )
jam 04.45    nemanin suami sarapan                                15 menit
jam 05.00  beberes rumah sambil masukin cucian        30 menit
jam 05.30    mandiin anak2 dan siapin sarapannya         50 menit
jam 06.20 antar anak2 sekolah                                             1 jam pulang pergi
jam 7.30   ke tukang sayur                                                      30 menit ( jangan lebih )
jam 08.00  sholat dhuha                                                         10 menit
jam 08.10    masak                                                                    2 jam
jam  10.00  online                                                                   1 jam
jam 11.00  jemput anak pulang sekolah                           1 jam pulang pergi
jam 12.00 sholat dan nyuapin anak2 sambil nonton 1 jam
jam 13.00  anak2 diajak tidur siang
Naah waktu anak saya masih kecil2 susaaah banget ngajak tidur siang nya.. maka yg saya lakukan adalah anak2 saya bawa ke kamar, nyalakan AC atau kipas angin.. kecilkan lampu dan saya bicara ke anak2..“mama butuh tidur sebentar yaa.. kalian boleh main hanya di kamar dan tidak berisik  dan kalau mau badan sehat sebaiknya ikutan tiduran sama mama nanti sore kita main ke mesjid”
Biasanya aku merem dan intip2 kegiatan mereka, dan tau gak.. saat suasana sepi dan dingin mereka pun akhirnya tertidur dan kita sebagai ibu tidur 1 jam saja sudah cukup
jam 14.30  mereka masih tidur aku bangun dan beberes dan mandi sore
Rerusssss lakukan sampai waktu nya kita tidur…
Tips buat ibu2 juga nih… jangan SOK SUPER WOMEN
rumah harus bersih
rumah harus rapi
tapi anak jadi korban omelan bentakan
duh please deh… mereka akan membesar dengan sangat cepat dan spt skrg yg aku alami…
rumah rapi dan sepiiiiiiii… jadi jangan rusak hati dan mental anak kita hanya gara pengen rapi dan bersih
nah lakukan dan tulis semua aktifitas kita minimal 3 hari… nanti kita akan terbiasa menghargai waktu. sampai skrg pun aku msh melakukannya.. sebelum masuk kamar mandi liat jam. keluar juga liat jam… gak boleh lebih dr 10 menit.
dan saat kita sdh tau brp banyak waktu yg kita habiskan utk 1 aktivitas, kita akan bs menghemat banyak
contohnya, aku akan membersihkan sayuran dan ikan malam saat mau tidur supaya bsk pagi tinggal plang plung…
aku memblender bw merah dan bw putih dlm jumlah besar skalian sehingga saat butuh tinggal colek.
aku hanya menyetrika baju yang penting2 saja lainnya aku lipat rapi saja
aku akan memandikan 3 anak ku sekalian di 3 ember sambil menjemur pakaian dr mesin cuci. jemuran kelar anak selesai mandi
aku stock belanja mingguan selain lebih murah juga menghemat banyak waktu dibanding tiap hari ke tukang sayur
aku tiba di sekolah sesaat sebelum anak2 pulang sehingga tidak ikutan ngobrol lama dengan ibu2 yg nungguin anak nya supaya aku punya waktu lebih banyak
aku tidak ikutan arisan sana sini sampai anak2 besar supaya aku bisa punya waktu utk diriku minimal nyalon walaupun cuma 1 jam creambath doang
aku melayani pembeli waktu itu dengan perjanjian di jam anak2 sekolah atau sore sampai kemudian ada rezeki bisa gaji pembantu sekaligus melayani pembeli
kita yang tau bagaimana men siasati waktu kita
inti nya hadapi semua aktifitas dan rutinitas ini dengan bahagia… karena gaji ibu rumah tangga itu langsung dari Allah… setetes keringat yang menetes saat kita ikhlas melayani keluarga pahalanya sama dengan orang yang berjihad di jalan Allah… masih mau mengeluh?????
jadilah ibu rumah tangga yang bahagia agar anak2 ikut bahagia
kita akan menyaksikan anak2 besar tanpa rewel karena mereka nyaman dan belajar berdamai dengan keadaan
aku sangat sering minta vitamin ke anak2..
mama butuh vitamin niih… peluk dong mama capeek banget
itu kata2 yg sangat sering aku ucapkan ke mereka dari mereka kecil sampai sekarang… dan percaya gak.. ada energy dr setiap pelukan mereka
smoga bermanfaat yaaa….
By ummi Munira Erita Zurahmi

[11/7, 15:58] iin churin in: Semoga terbayang ya mba rahma 😘

Sama2 berjuang menemukan ritme ternyaman bagi masing2 utk menjalankan aktivitas super seorang ibu..
Semangat happy lancar semua meski tanpa ART ya mba 💪🏻 

Saya pribadi memilih hire art pulang pergi yang dtg sepekan dua kali utk setrika, sapu dan mengepel
[11/2, 19:45] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: #tanyanarsum 
Assalamualaikum teh..masya Allah entrepreneur mom..barakallah yaa teh..

Saya mau tanya, dalam sehari bagaimana teteh membagi waktu?

Apakah pembagian waktu dijawdwal atau dibagi bagi sja sekenanya teh? 

Saya masih keteteran sekali dg time management.. 

Jazakillahu khayr teh..
Zulfa 🙂

[11/2, 20:00] iin churin in: Wa’alaikumsalaam teh Zulfa..

Hmm soal pembagian waktu tentunya menjadi pe er kita sepanjang masa ya 😀 kalau sehari lebih dari 24jam juga kita akan senantiasa kekurangan..
Saya tipe orang yang membutuhkan schedule setiap harinya. Maka malam hari menjelang tidur sudah dibuat listing agenda besok (diluar aktivitas rutin), ini sgt membantu utk selalu on the track. Tp seringkali juga berjalan tdk ssuai harapan. Yang penting agenda utama bs selesai dalam hari itu.

Masih terus berusaha menjalani sebaik mgkn. Jangan lupa memohon pada Allah agar memudahkan setiap urusan. Krn tanpa izinnya, tdk akan ada yg terjadi

[11/2, 20:04] iin churin in: Saya berbisnis terus terang karena dijangkiti virus oleh suami. Sebelumnya sama sekali tdk punya pengalaman dan mental berbisnis. Tp dg semangat bs makin bermanfaat dan juga senang belajar hal baru, dijalani juga akhirnya.

Terkait banyaknya tugas yang menyertai aktivitas kita, sebaiknya kita belajar mendelegasikan hal yang mmg tdk hrs kita yg mengerjakannya. Nah, kadang hal ini yang masih sulit kita lakukan 😁

Padahal efeknya sangat besar lho, membuat kita bs mengalokasikan waktu utk aktivitas lainnya
*ini panggilnya maaf ya campur2.. Ibu2, bunda2, teteh2, mba2 :D🙏🏻

[11/2, 20:11] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: #tanya narsum

2. Sy dan suami skrg sedang belajar fokus jualan susu kambing, meski suami msh prioritas kerja di kantor dan saya msh prioritas ke anak2 (co 8,5y – co 5y, ce 1,5y).

Nah seringnya yg urus teknisnya sy krn sy yg dirumah, kadang bahkan sering kl sedang capek ketika anak2 minta perhatian lebih, fisik dan psikis rasanya letihhh bgt, nah skrg sy mulai nerapin, pelayanan sukam hanya jam saat anak2 msh sekolah jam 8-14, cara spt itu apakah sudah dirasa cukup.agar sy imbang antara belajar bisnis dg fokus ke anak2 dan keluarga, atau adakah cara lain yg mgk bisa lbh baik agar sy bisa imbang, soalnya sy msh labil emosinya

*Mba timur

[11/2, 20:21] iin churin in: Salam silaturahim mb timur, barokah usahanya yaa 😘
Keren banget ih pembagian tugas dan manage waktunya mb 👍🏻

Betul sekali, kita yang paling tau kapasitas kita. Suami dan anak2 adalah yang paling berhak mendapatkan sisi terbaik kita kan ya.

Maka pilihan mengatur jam pelayanan bisnis kita disaat anak2 sekolah sdh tepat mbak. Agar kita pun tetap fresh dan fokus mendampingi anak2.

Ujian banget mmg menjaga kestabilan emosi. Dan betul itu sangat berkaitan dengan fisik juga. Klo kita kecapean, biasanya lebih cepat mendidihnya, hihi.. Manusiawi.. Maka kita yg hrs mengatur strategi 😉
Jika nnt ternyata orderan sukam makin banyak dan dirasa waktu pelayanan tadi tidak mencukupi, maka saat itulah bisa jadi kita membutuhkan delegasi. Bs berupa menghire sdm khusus yg menangani pelayanan lebih panjang waktunya

[11/2, 20:28] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: #tanyaNarsum

Mba iin, terkadang sy berpikiran sudahlah dahulukan anak saja, toh masih ada bapaknya yang mencari nafkah. Akibatnya sy masih setengah2 menjalani bisnis.. gimana ya, teh?

Lalu bagaimana cara meyakinkan diri bahwa bisnis jenis ini tepat/tidak buat saya?

-dania-

[11/2, 20:39] iin churin in: Salam silaturahim mb dania 😘
Nah mungkin perlu reset sebentar mba. Berdiskusi lagi tentang planning keluarga. Apa targetannya, bagaimana cara mencapainya.
Setiap aktivitas yg kita jalani akan menjadi sangat ringan jika merupakan hasil kesepakatan dg suami sebagai pemimpin kita. 

Maka misalnya fokus keluarga di 3 tahun pertama adalah mendampingi anak, maka tentunya kita tdk perlu mencoba berbisnis apapun saat itu.
Lagi2, kondisi setiap keluarga berbeda. Termasuk keputusan berbisnis yang tentunya ada konsekuensi tersendiri. Saat diputuskan bhw bisnis ibulah yg ternyata lebih prospek misalnya, dan disepakati utk dikembangkan mjd besar dan menuntut ibu memberikan bnyk waktunya, maka saat itu kita membutuhkan supporting system/delegasi tadi agar anak2 tetap mendapatkan haknya
Kalo rapat keluarganya sdh jelas memutuskan bgm porsi masing2 tentunya solusi juga sdh disiapkan ya mba. Kita akan sepenuh hati menjalani keputusan dan kesepakatan bersama
Cara meyakinkan diri apakah suatu bisnis tepat atau tidak utk kita, bs mencoba melakukan analisis mba.

Idealnya kita melakukan sesuatu yang kita menyukai dan ahli di bidangnya. Termasuk memilih bisnis yg tepat utk kita. Kalau kita hobi mendesain baju, tentunya bisnis fashion mjd sangat menyenangkan dan mmbuat kita bersemangat menjalaninya dibandung jika kita membuka apotek misalnya.

[11/2, 20:42] iin churin in: Temukan passion kita, hobi kita dan coba cari bisnis yang berkaitan. Atau pilihan kedua, kita bs juga menganalisis hal yg paling dekat dengan kita kmd membuka bisnis yang berkaitan dgnnya. Misalnya jika kita banyak berinteraksi dengan para muslimah di bbg komunitas tentunya lebih mudah kalau.kita memiliki produk hijab utk dijual dibanding kita berjualan ikat pinggang pria. Smg ditangkap maksudnya ya mba. Cari ceruk pasar sekitar kita dan apakah kita bs mengisinya dg produk kita yg unik

[11/2, 20:49] Evi Hsmn Bekasi Pertanyaan: #tanyaNarsum

Saya masih punya batita,, dulu pernah punya online shop alhamdulillah, online shop berjalan lancar. Tapi seiring waktu batita sy sering bngt mencari perhatian yg mmg sudah sewajar nya. Padahal dlm online shop sy harus berinteraksi dng gadget. Akhirnya lambat laun online shop saya non aktif kan.. Skrng sy punya bayi, pingin kembali meng aktif kan kembali bisnis online sy, bgmana kah sy menyikapi agar bisnis dan mengurus batita seiring sejalan,,??

*Mba fitri

[11/2, 20:56] iin churin in: Mba fitri, barokallah atas kelahiran babynya..
Ini kembali pada kesepakatan keluarga menurut saya ya mba. Ada klrg yg sangat saklek utk hanya fokus pada anak di 5 thn awalnya dsb. Tentunya msg2 yg akan memetik hasilnya.

Mb fitri sdh pernah sukses menjalankan olshop dan mengetahui hambatan saat berbenturan dg pengasuhan batita. Sekiranya ada solusi yg bs diambil dengan delegasi sehingga keduanya berjalan baik alangkah baiknya. Tp jika mmg kita jauh lbh tenang dg mendidik anak dahulu, maka nampaknya, tugas kita menikmati fase kehidupan ini dulu mb

[11/2, 20:57] iin churin in: Karena jika dijalani setengah2, hasilnya pun tdk akan maksimal 🙂

[11/2, 21:11] iin churin in: Eh punten barusan saya juga terima tlp anak dulu yg di asrama, jd kaselang. Gpp insya allah sampai 21.30

[11/2, 21:16] iin churin in: Lanjut ya mbak fita..
Teorinya, permasalahan bisnis sebelum 5thn dan diatas 5thn itu berbeda. Maka perlu dilakukan evaluasi thd bisnis kita. Penambahan sdm utk delegasi bisnis kita, bs jadi merupakan tonggak naik kelas utk menaikkan omzet. Tp jk tdk dipersiapkn dg baik justru berbahaya.

Tipsnya lakukan cek up bisnis kita dan targetan apa yg mau dituju. Lakukan solusinya sepenuh hati dan belajar menaruh kepercayaan pada org lain dg diiringi instruksi yg jelas. Kalau kita tdk siap, maka kita hrs lapang dg hasil bisnis yg ‘seadanya’

[11/2, 21:36] iin churin in: Saya berasal dari klrg tanpa basic enterpreneur sama sekali, menikah saat kuliah dengan sesama mahasiswa, yg pny idealisme utk mjd pebisnis agar memiliki waktu yg fleksibel dan bs lapang utk klrg dan dawah. Maka suamilah yang menularkan virus berbisnis pada saya 🙂

Ditambah komitmen klrg utk seorang ibu memiliki wkt lbh bnyk dirmh tp ttp hrs mengembangkan dirinya. Jd niat awalnya utk itu, ditambah bs bermanfaat utk masyarakat. Awalnya membuka bisnis kursus b.inggris dan mat di rmh atas permintaan ibu2 tetangga sbg beban almamater hehe
Kemudian setelah berjalan 5thn, ditantang suami utk mencoba bidang baru dan mengambil franchise moz5 dg pertimbangan sistemya sdh baku jd lbh ringan menjalankannya
Selanjutnya ada bbg peluang yg kmd muncul dan kami bahas masih sejalan dg visi klrg, maka kami jalankan bisnis2 tsb Mhn doanya selalu. 🙏🏻

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s