Hasil sarasehan hs 2016

​Beberapa poin SARASEHAN SekolahRumah di Yogyakarta yang diselenggarakan “Indonesia Homeschoolers”.
1. Narasumber sarasehan pak Fauzi Eko Pranyono, pejabat Diknas Yogya yg banyak berkecimpung di pendidikan nonformal. Sering mjd narasumber dan tim Diknas Pusat. Beberapa minggu lalu diundang ke Jakarta utk menjadi tim revisi Juknis Sekolahrumah.
2. Peserta sarasehan keluarga praktisi HS dari Jakarta, Yogya, Solo, Semarang, Malang, dll. Sarasehan dimoderatori mbak Ellen Kristi (Semarang). 
3. Berdasarkan informasi dari pak Fauzi, draft juknis SekolahRumah yang dibuat AsahPena+ Bandung dkk dirombak secara total minggu lalu atas arahan pejabat Diknas Pusat. Juknis yang barus sedang dibuat dan diharapkan selesai bulan Desember/Januari ini.
4. Atas arahan dari Sekretaris Dirjen PAUD & Pendidikan Masyarakat, pemerintah hanya mengurusi HS yang keluarga, bukan lembaga. Pemerintah akan menegaskan bahwa pengertian HS adalah pendidikan berbasis keluarga. Jadi, Pemerintah berpandangan bahwa HS adalah keluarga, bukan lembaga. Yang lembaga2 branding homeschooling itu akan diarahkan ke PKBM. Itu yang akan diatur dalam Juknis
5. Pemerintah ingin mengintegrasikan pendidikan informal/nonformal dengan pendidikan formal melalui integrasi data Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Dapodik ini dipakai di sekolah formal. Lembaga yang bisa memasukkan data adalah Sekolah. Setiap siswa punya NISN (Nomor Induk Siswa Nasional). Rapor dimasukkan setiap semester dan tak bisa diubah setelahnya.
6. Mengapa diintegrasikan ke Dapodik?

* sesuai prinsip MEME (multi-entry multi-exit), jadi proses perpindahan dari nonformal/informal ke formal dan sebaliknya bisa lebih mudah.

* mencegah org2 (politisi) curang yang tak pernah belajar tapi mau langsung ujian, bahkan bayar supaya lulus

* hanya peserta yang telah terdaftar di Dapodik yang bisa ikut ujian Paket
7. Pemerintah akan mengatur syarat sebuah keluarga melakukan HS:

* ijazah ortu S1

* ortu membuat surat ke Diknas & pernyataan kesanggupan ortu

* rencana pembelajaran

* orangtua nanti akan mendapatkan nomor NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) dan anak-anaknya mendapatkan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional). Orangtua yang memasukkan data rapor anak (seluruh pelajaran) ke sistem setiap semester
Informasi tambahan:

http://www.cmindonesia.com/berita/sarasehan-kebijakan-homeschooling-digelar-di-yogya

http://www.cmindonesia.com/berita/menurut-pemerintah-homeschooling-sejati-bukan-yang-titip-anak-ke-lembaga

http://www.cmindonesia.com/berita/pemerintah-akan-syaratkan-orangtua-homeschooler-minimal-lulusan-s1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s