dampak negatif TV

​[11/29, 02:22] Mitoha Katering Dr. Zule: Salam Ayah Bunda…

Membahas ttg menonton tv, saya coba kaji bbrp artikel dengan resume sebagai berikut :

Tanda-tanda kecanduan tv

1. Tiada hari tanpa televisi

Televisi menjadi hal yg pertama diingat saat bangun, bahkan anak bisa hafal jadwal tontonan dr jam ke jam.

2. Selalu mengaitkan kegiatan sehari2 dengan isi tontonan

3. Malas beraktivitas lain termasuk berinteraksi dengan orang lain (bergaul)

4. Sulit berpindah dari depan tv bahkan u memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, mandi, buang air

5. Marah bila ditegur karna nonton

6. Terganggu aktivitas belajar
Sepakatkah Ayah Bunda bahwa kecanduan harus diobati?

Obat kecanduan tv ada bbrp yg bisa sy share :

1. Mulai dr orang tua sebagai contoh. Silakan mulai menonton TV dengan aturan yg bijak

2. Buat jadwal harian yg mendukung dan di sana orang tua siap u lebih banyak bersama anak melalui hari2nya

3. Memfasilitasi kegiatan sosialisasi dan eksplorasi

4. Bagi yg menghilangkan TV…ini sebuah pilihan yg aman karna sulit sekali menyaring TV dari iklan yg mendorong konsumtif dan berkonten pornografi.

Konten berita negatif mewarnai televisi kita, mulai dr gosip negatif, berita kekerasan, pencurian, lagu negatif, dsb. Ini meracuni otak baik anak maupun dewasa.

Walaupun mendengarkannya dengan tidak sengaja, ia tetap masuk ke dalam otak.

Mari kita ingat kembali penelitian air dari masaru emoto. Every words effect water. Water is the largest content of human. So negative words effect our body. 

5. Bagi yg tetap ada TV, saring super ekstra jenis tontonan. Tanpa kata2 negatif, kekerasan, Pornografi, mistik, pergaulan bebas, gaya hidup konsumtif, dsb. Cukup sulit. 

Saya sendiri lebih memilih menyeleksi tontonan dengan menggunakan media laptop. Untuk ayah bunda lain silakan bisa sesuai komitmen keluarga.
6. Melibatkan anak dalam berbagai agenda antara lain pekerjaan rumah

7. Menjadi sahabat dan teman anak yg lebih asyik dibanding televisi.
Kecanduan tv pada anak adalah tentang mendorong orang tua kembali pada fungsi seharusnya.:)

[11/29, 02:50] Mitoha Katering Dr. Zule: Apakah anak bayi boleh nonton ?

1. TV mengganggu tahapan perkembangan anak

Tv membuat anak menjadi penonton pasif, sedangkan u menstimulasi perkembangan bahasa dan sosial, anak perlu komunikasi interaktif. 

Saran :

Bila ada moment melihat layar, dibatasi waktunya dan ditemani orang tua sambil menerangkan hal2 yg dilihat.

2. Tv mengganggu perkembangan atensi

Perkembangan kemampuan atensi terganggu karna gambar televisi mudah sekali berganti2. Hal ini berpengaruh pada kemampuan menuntaskan pekerjaan di masa depan.
Saran: 

Batasi tontonan dengan satu macam dengan satu pembicara.
3. Blue light tv merusak retina bayi

Saran : 

batasi sekali paparan layar u bayi. Kalau perlu sehari2 tanpa layar. Bila sesekali melihat…sebentar saja dan segera jauhkan dari bayi.
Demikian ayah bunda reviewnya. Pilihan apapun yg dipilih ada kelebihan juga kekurangannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s