NHW Materi #5 : Learn How to Learn; Proses Membuat Desain Pembelajaran 

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Jreng..jreng.. NHW #5 dengan sedikit instruksi dan clue dari para tim fasil jelas memberi kebebasan pada kami untuk semakin menikmati proses belajar ini. Meskipun tentunya juga akan membuka ruang multi tafsir yang lebar tentang maksud sesungguhnya dari tugas pribadi episode ke-5 ini.

Namun yang pasti, semua NHW ini saling berkaitan, saling mendukung dan akan semakin menajamkan visi hidup kita dan keluarga, insya allah.

Materi ke-5 ini terus terang lebih sering saya ulangi dan bolak-balik membacanya dibanding materi-materi sebelumnya. Temanya sangat menarik : Belajar bagaimana caranya belajar.

Tema yang membuat saya termenung, betapa selama ini kita lupa caranya belajar.

Selama bertahun-tahun, secara umum, belajar itu didefinisikan sebagai aktivitas berangkat ke sekolah, masuk kelas, duduk rapi, siap mendengarkan guru menerangkan pelajaran dan kita siap mengerjakan semua tugas maupun pekerjaan rumahnya.

Belajar adalah proses menerima informasi sebanyak-banyaknya bahkan untuk hal yang kita tidak merasa perlu mengetahuinya. Ini akibat padatnya kurikulum sekolah yang membuat para guru terpaksa menjejalkan banyak informasi.

Belajar juga berarti kita mengulang dengan terpaksa sekian banyak informasi yang kita tidak butuhkan tadi hanya karena kita harus menjawab soal yang diberikan guru terkait ‘tsunami informasi’ satu arah sebagai bahan evaluasi untuk mendapatkan nilai yang sepadan di buku raport untuk kemudian dilaporkan ke disdik dan orang tua kita.

Belajar menjadi rutinitas yang tidak ada ruhnya. Yang sangat sempit maknanya. Hanya bertempat di sekolah dan dilakukan jika akan menghadapi ulangan/ujian.

Hal ini sebetulnya semakin saya sadari ketika tahun ajaran ini, keluarga kami memutuskan -sebagai hasil musyawarah keluarga- bahwa anak ke-2 (Mas Umar) dan anak ke -3 (Mas Salman) akan menjalani homeschooling dan berhenti dari sekolah formalnya.

Terus terang sebetulnya saya dan suami sempat sangat khawatir apakah kami yang terbatas ini mampu membersamai anak-anak untuk menjadi fasilitator belajar mereka (kelas 5 dan kelas 3), alih-alih melanjutkan tetap sekolah formal. Tapi karena ada hal-hal yang menjadi prioritas keluarga kami termasuk untuk lebih mengasah minat dan bakat anak-anak, maka kami membulatkan tekad dan mengazzamkan niat menjalankan project besar keluarga ini.

Dan maka perjalanan baru pun dimulai. Perjalanan menjadi keluarga pembelajar. Perjalanan untuk siap belajar tanpa henti.

Kami sebagi orang tua yang selama ini begitu santai dan dimudahkan sekolah untuk memantau proses belajar mereka hanya lewat ikut mengecek pe er, soal-soal ulangan dan di akhir semester menghadiri acara pembagian raport, kali ini justru belajar ilmu menjadi guru.

Kami mengecek kompetensi dasar apa saja yang harus dipenuhi anak kami pada rentang usianya, apa saja yang belum dipenuhi, bagaimana kami membantu anak untuk mencapainya, stimulus/kegiatan apa yang harus diberikan, termasuk juga terkait targetan lain mengenai diniyah, akhlaq dan hafalan al-quran. Rasanya waktu terasa kurang tiap harinya. Kami semua sangat sibuk. Termasuk anak-anak tentunya.

Mereka belajar mengenai belajar. Bahwa belajar tidak melulu di sekolah, di dalam kelas. Belajar tidak hanya membaca buku pelajaran. Justru mereka merumuskan apa saja yang mereka ingin tau, ingin pelajari dan mengapa mereka ingin belajar itu. Sebuah episode baru dalam keluarga kami. Yang ternyata sangat menyenangkan dan membuat semuanya bersemangat.

Kami belajar hal yang berbeda, kami belajar cara belajar yang berbeda dan kami memiliki semangat belajar yang berbeda. Kami belajar bagaimana cara belajar.

Desain pembelajaran ala keluarga kami dimulai dengan mencari pencapaian yang kami tuju, mencari kegiatan yang sesuai minat dan mendukung targetan, mencari tau sebanyak mungkin ilmu apa yang bisa diambil dalam sebuah pembelajaran, mengikat makna dengan membuat produk/karya dan mempresentasikannya. Sungguh belajar itu hal yang sangat menggairahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s