materi #1 matrikulasi IIP : Adab menuntut ilmu #lengkap

​💕Resume Matrikulasi Ibu Profesional sesi #1💕
Narsum : Ibu Septi Peni Wulandani

Notulen : Lela Qodriyah 
📚ADAB MENUNTUT ILMU
Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

OVERVIEW
ADAB MENUNTUT ILMU
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah

perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu

menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu,

sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa

orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu

tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa

yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang

sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
*Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang

paling didahulukan sebelum ILMU*
*_ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin

mencarinya_*
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut

ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri

dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri

dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu

itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab

menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
*Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan*
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,

sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari

Ibunya
ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk

Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke

dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu

itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling

awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu

ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,

membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua

runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu

disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar

mudah untuk diamalkan.
ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,

menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha

Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau

menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan

memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru

berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru

mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu

mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang

disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta

ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh

disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan

kita.
ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk

buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.
Referensi :
Turnomo Raharjo,

Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
❓❓❓❓❓❓❓❓❓❓
Sesi tanya-jawab.
1. Ratih-IIP Bandung
mohon info dan kisi-kisi untuk materi matrikulasinya supaya bisa maksimal HNW nya
1⃣MATERI MATRIKULASI IBU PROFESIONAL BATCH #2
Buat yang masih penasaran, apa saja sih yang dipelajari di program Matrikulasi Ibu Profesional, berikut beberapa materi yang akan menjadi bahan diskusi kita selama 8 minggu 
Prolog : Adab Menuntut Ilmu  ( Senin, 17 Oktober 2016)

#1 [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga (Senin, 24 Oktober 2016)

#2 [Bunda Sayang] Membangun Peradaban dari dalam Rumah (Senin, 31 Oktober 2016)

#3 [Bunda Sayang] Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani (Senin, 7 November  2016)

#4 [Bunda Cekatan] Ibu Manajer Keluarga (Senin, 14 November 2016)

#5 [Bunda Cekatan] Belajar Bagaimana Caranya Belajar (Senin, 21 November  2016)

#6 [Bunda Produktif] Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari (Senin, 28 November  2016)

#7 [Bunda Produktif] Menemukan misi spesifik hidup (Senin, 5 Desember 2016)

#8 [Bunda Shaleha] Ibu sebagai Agen Perubahan (Senin, 12 Desember  2016)
Untuk koordinator ada tambahan dua materi lagi tentang membangun komunitas.
Pengumuman Kelulusan tanggal 22 Desember 2016
2. Sukeng-Iip Salatiga
Bun, jika guru anak kita ternyata berakhlaq kurang baik 

Misal suka berkata kasar, pilih kasih thd murid(hanya memperhatikan murid yang sering memberi sesuatu ke gurunya),budaya amplop ketika terima raport,dll 

apa yang harus kita lakukan? 

Apa kita harus memindahkan sekolahnya krn akhlaq nya ga sejalan?

Atau tidak kita pindahkan sekolahnya tapi diberi pengertian dan supaya anak bisa membedakan contoh baik dan buruk secara nyata?
2⃣ Dalam pendidikan anak-anak kita memahami satu konsep ini 
*Anak-anak mungkin bisa salah memahami perkataan kita, tetapi mereka tidak pernah salah meng copy*
Sehingga orang dewasa di sekitar anak adalah orang-orang yg akan dicontoh oleh anak. 
Dengan kasus tersebut apabila anak-anak masih usia 0-7 th, saya memilih untuk memindahkannya.
Kalau anak usia 7-12 th, saya akan berikan fakta mana yang baik dan yang buruk, kemudian anak diberikan pilihan alternatif terbaik.
Anak usia 12-14 th ke atas, hargai penilaian dan keputusan anak, apapun pilihannya, kemudian dampingi.
Anak usia 14 th ke atas, ajari untuk mengatasi segala macam tantangan di depannya menjadi sebuah soluai bersama✅
3. Dita-IIP Bandung
Assalamu’alaikum bu Septi

Bagaimana etikanya ketika dlm diskusi online (dlm WAG mis.)kita ingin menjelaskan sesuatu dg mengutip isi buku dg cara memfotonya? Krn pada saat mengirim foto tsb kita msh bisa menyertakan sumber bukunya, ttp jika foto tsb dishare/diforward lg, keterangan sumber yg mnyertainya mnjd tdk terbawa.

Terimakasih
3⃣ Teh dita, apabila kita ingin share foto, mohon keterangannya tidak di caption, melainkan ditulis di chat tersendiri, sehingga kita bisa memberikan footnote, apabila ingin share mohon dishare scr utuh. Dan ada baiknya menyertakan sanadnya ( ini istilah hadist)
Contoh :

Sumber : info dari teh dita based on……
Dilanjutkan oleh @lelaqodry oleh @nesri dst.✅
4. Wiwik-IIP-Bandung
Agar cahaya ilmu masuk, maka salah satu adab mencari ilmu adalah mensucikan jiwa, bagaimana tahapan tazkiyatun nafs ini bu?
4⃣ Teh wik, tazkiyatun nafs dalam mencari ilmu itu antara lain :

a. Bersihkan niat, semata-mata untuk meaningkatkan derajat  kemuliaan hidup. 

b. Ilmu itu unt sebuah kemuliaan, maka carilah dg cara-cara yg mulia. Misal tidak menyakiti org yg menjadi sumber ilmunya, tidak membajak karyanya, tidak mengakui tulisannya sbg tulisan kita dll.

c.Kosongkan kepala dg ilmi yg sdh pernah kita dapatkan dan penuhi dengan rasa ingin tahu. Sehingga kita tidak jadi

 orang yg sok tahu

d. Belajar mendengarkan dengan sepenuh hati, ketika ilmu disampaikan.

e. Hilangkan dendam dan luka lama, sehingga kita tulus dalam menuntut ilmu, krn untuk kerahmatan bagi semesta, bukan krn kepentingan ttt✅
5. Prima-Iip Malang
Bagaimana cara-cara untuk mengamalkan ilmu agar bermanfaat bagi diri sendiri dan sekitarnya? Apakah hanya dengan berbagi saja? Kalau iya harus berbagi, ilmu yg seperti apa yg boleh kita bagikan? Apakah yg sudah kita aplikasikan dan berhasil? Apakah yg hanya kita baca, belum kita aplikasikan lalu share? Atau bagaimana jika saat kita sudah baca, aplikasikan namun belum berhasil lantas kita share?
Terimakasih bu septi. ☺ terimakasih mba lela. ☺
5⃣Mbak Prima, sebuah ilmu itu kalau disampaikan dari hati, akan masuk ke hati, indikatornya akan menjadi amalan bagi yg mendapatkannya.
Tapi kalau disampaikan lewat mulut maka hanya akan sampai ke telinga,  dan menjadi sebatas pengetahuan saja tanpa amalan.
Agar ilmu bisa disampaikan dengan hati, maka harus diamalkan terlebih dahulu.
Sehingga yg paling afdhol adalah sampaikan apa yang sudah kita kerjakan, karena Allah akan meletakkan ilmu itu di lidah kita saat diucapkan, sehingga penuh dengan ruh, dan terkadang kita sendiri dapat ilmu baru saat menyampaikannya. 
Itu namanya ilmu yg berkah, insya Allah ✅
6. Shofi-IIP Bandung
Salah satu adab dari menuntut ilmu adalah ikhlas dan membersihkan diri/tazkiyatun nafs. Tapi ada kalanya hati kits sedang kotor, sedang mals. Apa yg harus dilakukan terlebih dahulu? Membersihkan diri dulu baru mengikuti majelis ilmu? Atau bolehkah memaksakan diri untuk ikut, dengan harapan ketika berkumpul dengan org2 yg berilmu/ orang2 yg sholeh maka kita akan tertular semangatnya/nilai2 kebaikannya?
6⃣ Teh shofi, kita analogkan dg orang yg mau makan, tapi tangannya kotor, maka bisa dua-duanya, langsung makan tanpa cuci tangan dengan resiko sakit perut. Atau menunda nafsu makannya dulu, untuk mencuci tangan sebentar, baru makan.
Menuntut ilmu juga sama, ketika pikiran sdg penat,  sdg malas, maka lebih baik,  SWITCH terlebih dahulu ke pikiran jernih, dan semangat, baru menuntut ilmu. 
Jangan sampai menuntut ilmu dijadikan pelampiasan rasa, jadinya kita tidak dapat apa-apa selain rasa yg sesaat hilang
Prinsipnya Alirkan rasa terlebih dahulu, baru menuntut ilmu ✅
7. Dyas-IIP Depok
Terkait dgn ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU), pada point:

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,


Tanya:

Selama ini, yg saya ketahui di komunitas IIP, apresiasi terhadap narasumber -yang ingin berinfak ilmu- berupa hasil karya ibu2 di IIP setempat.

-cmiiw-.

Sedangkan, narasumber pada umumnya diberikan apresiasi berupa uang.
Dalam rangka mencari ridho guru, bagaimana adab kita -iip- terhadap narasumber yg bersedia mengisi offline, 
Mohon penjelasannya bu septi, selama ini bentuk apresiasi dari iip pusat terhadap narasumber yg berkenan hadir di salatiga seperti apa? 

apakah diperkenankan utk memberi apresiasi berupa  uang ?
Terima kasih
7⃣ Mbak Dyas, “Keridhaan guru” adalah yg utama, maka biasanya kami menanyakan terlebih dahulu ke narasumber, ridhanya seperti apa. Apakah dihargai secara profesional? Kalau iya berapa? Apa saja yg harua kami penuhi? Kemudian tanyakan pada diri kita, sanggup atai tidak.
Apabila ridha nya guru mengatakan ” saya ikhlas ” untuk komunitaa free, maka sebaiknya transpot dan akomodasi kita yang tanggung. Kemudian diberikan apreaiasi berupa penulisan ilmu beliau di berbagai sosmed yg kita miliki.
Prinsipnya “DON’T ASSUME” harus CLEAR and CLARIFY ✅
8. Vita-IIP Jakarta
Bu Septi, pd jaman skrg, arus informasi & canggihnya teknologi sangat memudahkan sekali untuk mendapatkan berbagai ilmu yg diinginkan. Terkadang kemudahan ini menurut saya justru dpt membuat terlalu byk ilmu yg masuk tetapi dlm pengaplikasian menjadi krg maksimal jika tdk dibatasi. Menurut ibu, bagaimanakah batasan atau kiat2 dalam menimba ilmu pd kondisi spt ini?
8⃣ Mbak Vita, yang pertama tentukan terlebih dahulu, mata kuliah apa yg akan kita ambil di universitas kehidupan ini. Setelah ketemu, FOKUS di bidang tersebut. Maka gunakan prinsip :
*Menarik tapi TIDAK tertarik* 
untuk godaan ilmu yang lain.
Totalitas dalam mencari ilmu di jurusan ilmu kita. Setiap info yang masuk gunakan sceptical thinking terlebih dahulu. 
Default jawaban di otak kita selalu “TIDAK PERCAYA” sebelum mendapatkan dari sumber yang valid.
Caro sumber validnya. Sehingga ilmu tsb baik dan benar.
Setelah itu amalkan
Setiap selesai mendapatkan sebuah ilmu baru, saya dan pak dodik segera menuliskan, apa perubahan yg harua kita lakukan mulai esok hari berkaitan dg ilmu tsb ✅
9. Andini_IIP Bekasi
Izin bertanya bu Septi… 

1. Adab terhadap guru pd poin B. Bagaimana teknisnya utk kelas online matrikulasi ? 

2. Adab thd sumber ilmu di poin a,

Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari. Maksudnya bagaimana ya ? Misalkan saya dokumentasikan materi matrikulasi dalam S note saya.. apakah termasuk yg tidak diperbolehkan ? Atau misalnya suatu saat saya ingin nge print materi matrikulasi utk materi parenting paud kami dan utk memudahkan membaca apakah diijinkan ? Terima kasih.  🙏
9⃣Mbak Andini, adab terhadap guru di kelas online matrikulasi ini tidak berbeda jauh dg kelas offline. Kita perlu menyimak dengan seksama ketika sebuah ilmu sdg disampaikan, kemudian komitmen menjalankan tugas yg diberikan dan yg terakhir meminta “keridhaan” narasumber thd materi tsb.
2. Maksudnya poin a, tidak meletakkan sembarangan sebuah sumber ilmu dalam bentuk buku dg aembarangan adalah sbb :

a. Buku tidak diletakkan dalam posisi yg mudah terinjak secara langsung.

b.Buku yg sdg dipelajari dilipat-dilipat halamannya.

c. Dan banyak lagi perbuatan lain yg selayaknya tidak kita lakukan thd sumber ilmu.
Bagi yg beragama Islam, pernah dapat ilmu kan unt tdk memperlakukan Al Qur’an dg sembarangan. Nah sejatinya di adab menuntut ilmu, hampir semua sumber ilmu harus diperlakukan dg bijak. Silakan dirasakan kalau kita pernah menulis sebuah buku, kmd buku tsb diperlakukan seenaknya oleh orang yg membacanya, pasti rasanya sakit. 
Apakah materi matrikulasi boleh diprint kmd dibukukan dan dibagi di acara parenting?
Program matrikulasi ini program berkelanjutan dg sistem pendampingan. 
🍀materi matrikulasi boleh di tulis secara runtut di blog/web pribadi kita masing-masing kemudian di share ke publik.
⛔Yang tidak boleh adalah langsung share materi ke salah satu/beberapa grup WA tanpa pendampingan fasilitator.  Karena ini program berkelanjutan, tidak boleh diterima sepotong-potong dengan sistem broadcasting ke sosmed messager ( seperti WA, line, telegram dll). 

Kalau di wall fb, blog, web masih bisa ditelusuri satu persatu
🍀apakah di printout, kmd dibagikan boleh? Boleh diprint out, akan lebih baik tidak dibuka kelas sendiri atau dibagikan kecuali mb andini sdh lulus matrikulasi batch#2 dan menjadi fasilitator matrikulasi. Kemudian memandu kelas matrikulasi ini secara offline. Dan dilaporkan ke IIP Pusat. Karena program matrik ini kita lakukan serentak se nasional per 3 bln sekali baik offline maupun online.✅
10. Mylfa-IIP Jakarta

ketika kita sudah menerapkan skeptical thinking tp malah di bully atau diejek, apa yang sebaiknya dilakukan?
1⃣0⃣ mbak mylfa, mungkin kita perlu menata bahasanya terlebih dahulu. Prinsip sceptical thinking adalah sbb :

a. Tidak mudah percaya 100% thd berita yg masuk, baik itu berita baik maupun buruk. 
*Karena yg baik/buruk belum tentu benar*
b.Menanyakan kebenaran sebuah berita dg sumber yg valid.
Ingat

*menanyakan BUKAN mempertanyakan*
Ini bedanya :

” Mohon maaf, infonya menarik banget mbak, kalau boleh tahu sumber berita ini darimana ya mbak?”

➡ Menanyakan
“Beneran mbak berita ini? Emang sumbernya mana?” “Yakin?”, “masak iya sih?”➡ mempertanyakan
Apabila sdh menanyakan dengan baik dan anda justru do bully, berarti jelas mbak sudah salah masuk komunitas, maka lebih baik left grup.
Karena mereka yg senengnya asal kirim berita baik belum tenti benar, juga tidak akan tahan di IIP, karena akan ditanyakan terus menerus sumber berita dari semua member ✅
11. Ismi – IIP Pekanbaru
Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk

Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke

dalam hati.
hal-hal buruk di sini contoh konkritnya seperti apa, bu?
1⃣1⃣ Mbak Ismi, hal – hal buruk ini berkaitan dengan hati. Dalam menuntut ilmu ini niat kita berangkat dari rasa iri, dengki, hasad, hasud, ingin memata-matai, ingin menjadi plagiator ilmu demi kepentingan pribadi dll.
Misal ada seseorang yg ikut program matrikulasi ini karena sebuah niatan ingin mencuri ilmunya saja unt diterapkan di komunitas lain tanpa ijin, ini namanya TIDAK BERADAB, keberkahan tidak ada. Dan masih banyak contoh kasus lain. ✅
12. Yani-IIP JATIM Selatan
Dalam arti menuntut ilmu apabila kita menemukan suatu kasus guru kita ternyata ada sedikit cacat akhlaq, misal keluarganya berantakan, dan anak2nya banyak yg berkasus dan terkadang apa yg beliau lakukan tidak sesuai dengan yang kita pelajari, apa yg harus kita lakukan?
1⃣2⃣ mbak yani. Kalau saya pribadi, tidak akan berguru dg yg berakhlak seperti di atas. Ada sebuah kisah, seorang ibu akan mengirim anaknya menuntut ilmu, maka pesan beliau hanya satu
*Berangkatlah dan pelajari akhlak dan adab gurumu dulu, sebelum kamu menuntut ilmunya*
Kalau saya jangankan untuk menuntut ilmu , untuk menjalin kerjasama bisnispun, saya selalu lihat adab dan akhlak anaknya terlebih dahulu. Karena itu cermin dari adab dan akhlak ortunya. 
Pernah ada bantahan, kalau ortunya akhlaknya baik, tapi qadarullah akhlak anaknya buruk krn lingkungan bgm? 
Saya tanya, “kemana saja ortunya selama ini yg berakhlak dan beradab baik? Mengapa tidak sempat menularkan untuk anak-anaknya? Artinya ada miss manajemen prioritas dalam hidupnya.✅
13. henny – iip sulsel
A. bismillah, bu Septi, apakah disetiap kali pertama bertemu dengan peserta didik, kita harus menjelaskan adab menuntut ilmu?
B. menurut ibu, adab menuntut ilmu diberikan ke anak usia berapa?
1⃣3⃣ iya mbak henny, sdh saya jelaskan di atas bahwa ‘ADAB sebelum ILMU” dan ” ILMU sebelum AMAL”
Sejak anak sdh bisa diajak bicara, ajarkan adab✅
14. Izza-IIP Jepara
Bgaimana klo kta serumah dg saudara yg akhlakny kurang baik dalam berkata pdhl anak2 kta sedang masanya meniru atau msh berumur 0-7th?
1⃣4⃣ mbak izza, kl sanggup unt mendidik anak tersebut didiklah, ini ladang amal, kalau tidak sanggup pindah rumahlah.✅
15. Putri-IIP Malang
Assalamualaikum.

Bu Septi, dalam mengkaji semua ilmu kemungkinan kita akan menemukan “pembanding”. Sedangkan ada sebuah kutipan “kosongkan gelasnya dulu, agar air bisa masuk”.

Bagaimana kita menyikapi hal ini?

Bagaimana pula agar kita dapat keberkahan ilmu, jika masing² mengklaim bahwa yg dia bawa dan dia terapkan adalah hal yg benar dan yg lain kurang benar?

Dan bagaimana agar terhindar dari sikap fanatik terhadap tokoh tertentu dlm mengkaji ilmu.?

Terima kasih bu
1⃣5⃣ Mbak Putri, wa’alaykumsalam wr.wb begini strateginya:

a. Pra menuntut ilmu cari berbagai referensi seputar ilmu tsb. Agar kita tdk mudah terombang-ambing.

b. Saat menuntut ilmu, terima ilmu tsb dengan tulus, apabila ada hal-hal yg menurut kita betentangan, langsung tulis di kertas, jangan simpan di otak. Karena penolakan itu akan menutup masuknya ilmu lain yg mungkin baik dan benar.

c. Post menuntut ilmu, langsung tanyakan ke narasumber hal-hal yg bertolak belakang dg apa yg sdh kita ketahui. Cari referensi pembanding sbg bahan diskusi anda mempertahankan sebuah ilmu.
Bagaimana dg mereka yg fanatik dg satu guru? Ini SALAH, 
*Karena kebenaran mutlak itu hanya milik Allah*
Manusia itu tempat salah dan lupa. Maka sebaiknya tidak menaruh harap dan bersandar pada manusia. Pasti anda akan kecewa. 
Bersandar, fanatik, berharaplah hanya pada DIA✅
16. Yulia-IIP KALSEL
 Assalammualaikum Bu, semisal kita berada dlm sebuah Majelis Ilmu..trs kita menanyakan tentang dalil nya dari hal yang disampaikan Guru apakah itu termasuk tidak beadab dlm menuntut ilmu? Saya juga pernah mendengar ttg menyampaikan pendapat yang berbeda dari 2 org tentang satu hal yang sama, jadi seolah kita seperti membandingkan pendapat dari 2 guru,tapi kita bicarakan hanya dgn slh satu dari guru itu..katanya yang seperti itu juga tdk boleh dilakukan murid kepada gurunya..jadi sebatas apakah kita boleh menyampaikan sesuatu kepada Guru?
1⃣6⃣ mbak yulia, dalam proses berpikir ilmiah, meminta sumber ilmu itu penting. Kl di agama, disebut dalil. Maka gibakan bahasa yg benar, shg guru yg ditanya tdk tersinggung.
kemudian jangan menyebut nama guru lain, di deoan guru yg kita tanya kl ybs tidak bersama kita. Itu namanya mengadu dan membandingkan.
lakukan tabayyun kedua belah pihak andaikata kita masih ragu✅
17. Novy – IIP Cirebon
Apa maksud kalimat ini Bu Septi?

“Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan”

Apakah ADAB bila tidak bisa diajarkan, berarti tidak bisa dipelajari?
1⃣7⃣ mbak Novy, dalam mendidik anak, lama-lama kita akan paham bahwa 
*Anak-anak mungkin bisa salah memahami perkataan kita, namun mereka tidak pernah salah meng-copy*
Di tahap awal anak-anak  0-7 th hanya akan bisa mengcopy apa yg mereka lihat, maka akhlak dan Adab dari orang dewasa di sekitarnya akan lebih kuat ditularkan daripada diajarkan.
Usia 7-14, anak-anak mulai mencerna dari apa yg pernah diajarkan oleh orang dewasa di sekitarnya tentang adab dan akhlak dengan apa yg mau dia contoh. Shg kalau guru menyampaikan ilmu adab yg baik tapi adabnya dia sendiri kurang baik, anak-anak usia ini tdk akan menghormati✅
18. Ainun-IIP Surabaya 
Assalamu’alaikum wr.wb bu septi, seandainya dlm sebuah kelas belajar kita bertemu dg teman sekelas yg banyak mengomentari guru, berbicara (sering vokals) tdk terarah dan cukup mengganggu. Apa yg sebaiknya dilakukan? Terimakasih 🙏🏻
1⃣8⃣ wa’alaykumsalam wr.wb mb Ainun kl bertemu dengan teman yg tipenya seperti itu, maka ucapkan “alhamdulillah” berarti ini ladang amal unt mb ainun. Maka yg hrs dilakukan :

a. Tegur dengan baik

b. Berikan solusi dg alternatif pilihan yg baik.

c. Kalau tetap tdk berubah, sebaiknya kita yg menjauh.✅
19. Maya
Assalamualaikum wr wb

Bagaimana cara kita ‘memaksa’ diri untuk menerapkan dan mengamalkan ilmu yang sudah didapat bu?

Terkadang terlalu banyak ilmu yang didapat lalu terjadi tsunami ilmu, dan bingung harus memulai dari mana dulu akhirnya ilmu yang sudah didapat memuai entah kemana
Terima kasih bu🙂
1⃣9⃣ mbak maya yg pertama tetapkan jurusan yg akan kita ambil, dan bangun prinsip hidup, setelah itu jadikan ilmu yg bertebaran menjadi referensi saja, jgn ditelan mentah-mentah.
Perkuat dg buku dan literatur, jangan percaya broadcast
Ikutlah program pembelajaran terstruktur spt matrikulasi ini 😄👍✅
20. Wahyu – Iip Solo
Bagaimana bu agar semangat menuntut ilmu ttp terjaga, tdk hanya di awal saja tp smpai selesai dan bisa mengamalkannya.
2⃣0⃣ mbak wahyu, pertama kali, carilah alasan terkuat mengapa kita harus belajar ilmu tsb. Hal ini sering disebut sbg
 *start from the finish line*
Setelah itu buat milestone nya, shg kita paham perjln menuntut ilmu kita ini sdh sampai dimana. 
Memang tidak mudah, tapi kita bisa membuatnya menyenangkan dan penuh semangat✅
21. Mz yuli-Padang
sampaikan apa yang sudah kita kerjakan, karena Allah akan meletakkan ilmu itu di lidah kita saat diucapkan, sehingga penuh dengan ruh, dan terkadang kita sendiri dapat ilmu baru saat menyampaikannya. ➡➡ lalu bagaimana kalo selama ini kita belajar sambil menyampaikan apa yg sedang kita pelajari & yg sedang kerjakan kepada orang lain bu?

Apa sebaiknya berhenti dulu sampai kita merasa sukses dgn apa yg kita pelajari bu?:)
2⃣1⃣ Mz Yuli, kuncinya saat dapat suatu ilmu segera praktekkan, tidak perlu harus nunggu sukses, melainkan proses yg berharga ini yg harus di sampaikan.
Misal saya baru saja dapat ilmu komunikasi produktif dari ibu profesional, isi materinya spt ini bla…bla…
Yg sdh saya praktekkan bla…bla..bla..
Learning point yg saya dapatkan bla…bla…
Jadi kita tidak sekedar omdo aja ✅
22. Wayan
Bismillaah…

Bu Septi…

Bagaimana caranya agar kita tetap bersungguh-sungguh dlam mnuntut ilmu dan bisa  mngerjakan tugas?

Karena kadang rasa malas datang, dan mulailah hilang semangat.

Kl d ikutin rasa malas ini, apalagi seorang yg bekerja dan  ibu rumah tangga yg pkerjaan shari2 yg bersambung trus…:) plus kadang kl anak2 bkin ksal, minat blajar pun ga ada.

Ada niat saja untukt belajar, tp tetap malas.

Blum bisa membagi waktu….. mohon pecerahan nya ibu…

Terimkasihhh…
2⃣2⃣ mbak wayan, ini urusan manajemen waktu yg harus dibenahi. Bagi waktu kita antara :

a. Mendidik anak

b. Pengembangan diri

c. Sosial masyarakat/bekerja
Selama 24 jam, gunakan masa transisi antar waktu tsb untuk mengembalikan energi kita.
Misal saat anak2 sdh tidur ke pengembangan diri, bersiap sepenuh hati, dg cara memberdihkan diri, ganti lokasi dan suasana 
Masa transisi dari bekerja ke rumah mendidik anak, maka panggil suasana bahagia, percantik diri. Krn saat berangkat kerja kita cantik maka pulang harus lebih cantik. Berangkat kerja kita sabar, pulang harus lebih sabar.
*sejatinya hanya anak dan suami kita yg paling berhak mendapatkan kondisi terbaik kita. Jangan dibalik*
Dengan menerapkan hal tsb yg saya rasakan Allah memberikan bonus energi luar biasa unt kita
Prinsipnya

*jangan pernah menuntut apa yg seharusnya kita dapatkan, tapi pikirkanlah apa yg bisa kita berikan*✅
23. Vaya-IIP Bandung
Assalamualaikum wr wb

Bu Septi, jika kita menghadapi keadaan:

1. Beberapa hal yg kita alami menuntut banyak “bekal ilmu dan ketrampilan” yang saat itu kita belum/kurang siap bekal tersebut…

Karena kurang “bekal” jadilah kita menghadapi segala tantangan tsb dengan “sikap yg tidak tepat/hati yg masih kotor”

2. Sementara disisi lain, kt harus segera menyelesaikannya…yg butuh menuntut ilmu yg kita butuhkan ..

3. Bagaimana menghdapi hal tsb? 

Trimakasih bu
2⃣3⃣ mbak vaya, selama ini kita merasa “banyak” yg harus dikejar karena kita tidak menuliskannya dengan rinci. Shg justru jadi beban.
Yang saya lakukan dulu di awal menikah adalah menawarkan ke pakdodik beberapa tahapan pilihan berikut ini dalam periode 3 bulanan.

a. Anak terdidik dengan baik.

b. Rumah Rapi terus

c. Masakan fresh setiap saat.
Saya bilang bahwa saya bukan wonder woman yg bisa semuanya dg sempurna.
Maka pak dodik bilang, didik anak dg baik dulu, belajar tahapan itu dulu selama 90 hari baru masuk tahap berikutnya.
Maka saya pilih prioritaas

a. Belajar ilmu mendidik anak 90 hari pertama

b. Belajar ilmu mendidik anak + memasak di 90 hari kedua

c. Belajar ilmu mendidik anak + memasak + merapikan rumah di 90 hari ketiga✅
24. Ismi – IIP Pekanbaru
“kosongkan kepala dg ilmi yg sdh pernah kita dapatkan dan penuhi dengan rasa ingin tahu. Sehingga kita tidak jadi orang yg sok tahu.”

Ini menjadi agak sulit bu.. krn apa yg sudah kita dapat tentunya menjadi referensi dlm otak kita utk meng”counter” ilmu pengetahuan baru yg kita dapat. Bagaimana tips mengosongkan kepala dr ibu?
2⃣4⃣ lihat jawaban saya di pertanyasn no 15 ya mb ismi, itu cara saya.✅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s