NHW Materi #1 : Adab Menuntut Ilmu

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Sebagai ibu dari empat orang anak yang diberi kenikmatan Allah untuk membangun keluarga selama 14 tahun, sungguh merupakan syukur tak terhingga bahwa saya diberikan banyak sekali pelajaran dalam hidup ini. 

Termasuk juga berkesempatan menjalankan beberapa jenis usaha sejak delapan tahun terakhir -yang sangat penuh disupport oleh suami-

Padahal bisnis adalah hal yang baru dikenal saat saya menikah dengan suami. Seorang lelaki bervisi pengusaha yang menularkan mimpinya sejak saat kami bertaaruf dahulu sebelum kemudian menikah di masa kuliah. 

Maka bisnis mulai menjadi jalan yang dipilih demi bisa mengembangkan diri dengan tetap memiliki kebebasan waktu untuk dawah dan keluarga. Sebuah nilai keluarga yang kami junjung bersama.

Namun ternyata saya mengetahui bahwa kepuasan utama dalam aktivitas saya berbisnis sesungguhnya adalah pada passion berbagi. Saya senang memotivasi karyawan, saya senang sharing pengalaman dengan sesama pebisnis, saya bahagia berbagi ilmu dengan para starter up dan berbagai kesempatan berbagi lainnya yang muncul di depan mata terkait kesibukan sebagai enterpreuneur wanita. 

Namun dua tahun belakangan ini, saya sangat ingin mendalami dunia ibu profesional dalam universitas kehidupan ini. Menjalani peran dasar saya sebagai wanita dengan sebaik-baiknya karena sejatinya, menjadi ibu adalah impian terindah seorang wanita.

Saya ingin menguatkan diri dan semakin fokus memperbaiki diri untuk menjadi seorang ibu profesional. Hal ini tentunya sejalan dengan nilai keluarga kami yang memang menempatkan porsi keluarga sebagai faktor penting yang menentukan pengambilan keputusan. Termasuk memilih jalan bisnis yang selama ini ditekuni agar tidak kehilangan waktu bersama keluarga

Saya merasa bahwa saya sangat perlu mengupgrade diri dengan ilmu-ilmu yang mendukung peran saya sebagai seorang ibu. Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan komunitas IIP ini yang memang sejak mengenalnya pertama kali sudah langsung membuat saya jatuh hati.

Motivasi terbesar tentu saja untuk menjadi ibu terbaik bagi anak-anak saya, bagi keluarga saya. Bukan berusaha menjadi seperti keluarga lain. Karena setiap keluarga unik

Saya ingin mendampingi anak akil baligh saya menemukan masa depannya, menuntun anak pra baligh dengan ilmu yang wajib dikuasainya, selalu hadir di samping anak ketiga dan menjawab semua kekritisannya dan juga menstimulus si bungsu balita sesuai tahapan perkembangannya.

Saya ingin mendampingi suami dan menjadi partner terbaiknya dalam berdiskusi serta membangun berbagai mimpi lainnya bersama.

Saya ingin semakin profesional mengatur waktu dan memanage keluarga dengan baik. Menyajikan masakan sehat favorit keluarga, menjadikan rumah sebagai tempat ternyaman bagi setiap anggota keluarga kami yang pembelajar, serta mempelajari berbagai ilmu lainnya yang mendukung peran untuk menjadi seorang ibu yang profesional. 

Karena dari seorang ibulah peradaban bermula. 

Dari seorang ibulah beragam prestasi tercipta.

Dari seorang ibulah aset ummat terlahir. 

Dan saya sangat ingin menjadi bagian penting dari proses tersebut dengan sebaik-baiknya. 

Saya ingin mendapatkan syurga saya dari sini.

Strategi untuk mewujudkan proses menuntut ilmu di universitas kehidupan ini tentunya dengan semangat memperbaiki diri. Meluruskan niat, membersihkan hati, mendekatkan diri pada Sang Pemilik Ilmu dan senantiasa berdoa agar diberikan keistiqomahan menuntut ilmu. Mencari komunitas dan lingkungan yang baik, membuka diri terhadap banyak sumber ilmu dan berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkannya. 

Salah satu langkah awal ikhtiar adalah dengan menuntut ilmu lewat mengikuti program matrikulasi di Institut Ibu Profesional ini.

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu ini, saya menguatkan diri untuk istiqomah mengamalkan ilmu yang didapat, bukan sekedar berkeinginan mendapatkan ilmu baru saja. Tapi harus diniatkan mengamalkan agar hasilnya bisa bermanfaat tidak hanya untuk diri kita tetapi lebih luas lagi.

Karena suami dan anak-anak kitalah yang selayaknya paling berhak mendapatkan kondisi terbaik kita. Bukan orang lain.

Semoga Allah selalu memberi kekuatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s