kuttab al fatih #1 : kenapa tidak asrama

Kenapa Di Kuttab Al Fatih : Tidak Ada Murid Yang Diasramakan

Peran asrama untuk pendidikan zaman ini sangat membantu sekali. Namun, keberadaan asrama saat ini sering disalah artikan oleh orangtua. Tidak sedikit dari orangtua yang dengan mudah menitipkan anak-anaknya ke sebuah lembaga bahkan sampai menetapkan untuk tinggal di asrama demi pendidikan yang berkualitas pada generasinya. Tapi tidak didasari dengan ilmu melainkan hanya untuk lari dari amanah menjadi orangtua.

Begitu pula sebaliknya, tidak sedikit orangtua yang tidak mau melanjutkan pendidikan anak-anaknya apabila harus tinggal di sebuah asrama dengan pertimbangan-pertimbangan yang masing-masing telah mereka miliki.

Dua hal ini tentu kembali kepada keputusan orangtua masing-masing. Mau memilih yang mana?

Untuk di Kuttab Al Fatih kami melakukan polanya dengan memahami kurikulum pendidikan yang berurut. Kurikulum yang kami rencanakan secara mandiri. Mulai dari capaian target disetiap jenjang Kuttab sampai teknis KBM. Maka, tidak diasramakannya santri kuttab itu merupakan urutan pendidikan yang harus dilalui oleh peserta didik di Kuttab Al Fatih.

Menurut kami setelah merujuk beberapa kitab, salah satunya tulisan DR.Khaled Asy Syantut yang menjelaskan tentang pembagian usia peserta didik. Usia Kuttab adalah usia dimana ada peran orangtua yang lebih besar porsinya untuk terlibat dalam mendidik generasi.

Jikalau kita memahami tulisan DR. Khaled, semakin anak-anak berkembang secara fisik dan usia maka semakin berkurang peran orangtua berinteraksi pada anak-anaknya. Berkurangnya peran orangtua akan digantikan dengan peran yang baru yakni teman sebaya dan lingkungannya.

Maka kami sering membagi urutan pendidikan itu menjadi seperti berikut :

  1. Anak di usia 0 – 5 tahun adalah usia bersama orangtua. Disini peran orangtua sangat besar. Khususnya peran ibu di dua tahun awal kelahiran anaknya. Kita sering mengenal usia susuan. Maka kami mengarahkan untuk tidak terburu-buru dimasukkan ke kuttab. Kami membatasi untuk dimasukkan ke Kuttab saat Usia 5 tahun minimal. Apa yang harus dilakukan oleh orangtua saat anaknya di bawah 5 tahun? Tim kami diwww.parentingnabawiyah.com memberikan program untuk berbagi ilmu tentang mendidik anak di usia tersebut. Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik di dua angkatannya. Program itu disebut “Akademi Keluarga” oleh parentingnabawiyah. Jika ingin lebih faham tentang program ini dapat langsung mengunjungi webnya dan bertanya langsung kepada tim di parentingnabawiyah.
  2. Anak di usia 5 – 12 tahun adalah usia pendidikan di Kuttab. Peran orangtua masih sangat besar. Ada aplikasi-aplikasi ilmu yang didapati di kuttab perlu dipraktekkan bersama orangtua di rumah. Sehingga kami mengdapatkan progress disetiap perkembangan anak-anak. Itulah mengapa di usia kuttab seperti ini, kami memberikan program belajarnya para orangtua di sebulan sekali. Seperti yang sudah ditulis di artikel sebelumnya tentang “ kenapa dikuttab al fatih orangtua santri hadir sebulan sekali ke kuttab”. Di usia inipun tidak sedikit orangtua yang baru memahami tentang perannya sebagai orangtua saat anak-anaknya masuk di usia kuttab. Maka akan terasa berlari-larian antara perkembangan anak-anak dengan semangat belajarnya orangtua. Bagi kami ini tidak masalah, asalkan orangtuanya tidak berhenti untuk terus belajar. Karena selepas usia kuttab ini, anak-anak akan masuk ketahapan berikutnya. Pada tahapan itu akan berkurang peran orangtua dan harus terlatih untuk mengurangi perannya. Itulah mengapa di kuttab tidak perlu ada asrama. Karena anak-anak sedang butuh peran orangtuanya menemani untuk mempraktekkan ilmu-ilmu yang didapati. Orangtua sedang butuh anak-anak untuk menjadi orangtua yang diteladani sampai pada saatnya mengurangi perannya agar anak hidup mandiri.
  3. Anak usia 12 – 19 tahun adalah usia pendidikan di Madrasah. Ini adalah usia saat peran orangtua sudah mulai berkurang. Usia yang sudah perlu dilibatkan peran pertemanan (sosial) dan masyarakatnya. Usia yang ketrampilan hidupnya dimunculkan dengan pelatihan-pelatihan dan bimbingan secara berkala oleh pendidik. Disini kami baru mengizinkan untuk hadirnya peran asrama. Asrama dan suasana didalamnya adalah kehidupan mini yang akan mereka jalani. Ada suka dan duka, itu akan mereka pelajari menjadi kurikulum kehidupan yang teraplikasi saat mereka mandiri.

Jadi terjawab sudah kenapa di Kuttab Al Fatih kami tidak menyediakan asrama bagi para santri. Orangtua bisa tinggal mendekati lokasi kuttab yang ada di kota-kota di Indonesia. Semoga Allah membimbing langkah perbaikan generasi ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s