my birthing story, wrote by my lovely dad

​[7/1, 05:52] Ayah: *Detik-detik kelahiran anak pertama ku*

~ hari itu, tgl 30 Juni 1980, aku diajak mendampingi Guruku Pa Kyai Hafidz Ustman (Allah Yarham) ber kunjung ke Subang, utk me lakukan pembinaan Jama’ah NU. Sebetulnya saya agak berat, karena ini adalah hari2 kelahiran anak pertamaku, perkiraan dokter, sehingga saya tdk berani pergi jauh2 dari rumah. Namun karena ini permintaan guruku, saya tdk bisa menolaknya. Sesuai rencana, stlh selesai acara di Subang, hari itu juga balik pulang ke Bdg.

Namun Pak Hafidz minta acara dilanjutkan ke Indramayu, utk mengisi pengajian malamnya. Dg berat saya menolak utk melanjutkan perjalanan tugas ke Indramayu, waktu sdh sore, dan saya kawatir kalau istriku melahirkan, sesuai dg perkiraan dokter.

~ Ahirnya saya putuskan kembali ke Bdg, tdk bisa mendampingi perjalanan Guruku ke Indramayu.

~ Dg kecepatan tinggi Sdr Hasan yg membawa mobil Hardtop melaju kencang ke Bdg, agar tdk kemalaman, dan hati sdh nggak enak, jangan2 anak ku sdh lahir. 

Maka dimobil, saya hanya terdiam membisu, sesekali baca Sholawat dan Fatihah.

~ Betul juga begitu sampai di depan rumah jln Taurus, pintu rumah sdh terbuka, istriku sdh duduk dikursi, menunggu kedatangan ku, karena perut sdh terasa ada kontraksi.

Seketika itu saya bawa istri ku ke RS Bungsu di jalan Naripan, Rumah Bersalin yg cukup terkenal di Bdg.

Hati sdh agak tenang, istri sdh di RS dan Dokter Jamhur spesialis kandungan sdh di beritahu keadaan istriku yg sdh siap untuk melahirkan.

[7/1, 06:22] Ayah: Dari malam sampai pagi, bahkan sampai agak siang, suster yg melayani istriku di RS Bungsu, dia bilang dokter nya blm bisa ke RS krn masih ada kegiatan di Fak Kedokteran UNPAD, dimana beliau mengajar. Saya diminta sabar menunggu.

~ Semakin siang, istriku semakin merintih kesakitan karena rupanya kontraksi nya semakin kencang. Namun suster tdk bisa apa2 hanya meminta saya sabar, menunggu dokter.

Semakin siang, kesabaran ku tak terbendung saya minta agar dokter segera didatang kan ke RS, saya tdk tega melihat istriku yg “kesakitan” suster tdk berani mengambil tindakan thd istriku, tetap hrs menunggu dokter spesialis yg memang merawat kehamilan istriku. 

~ Dengan tanpa sadar begitu dokter tiba didepan pintu  RS, saya marah dan saya bentak dokter Jamhur dg keras, “Dok lihat itu istriku kesakitan mau melahirkan” Dokter dg wajahnya yg dingin dan tersenyum, segera masuk kekamar, dan saya dg terus berdoa, berdiri tdk tenang, menunggu diluar dg sangat gelisah.

~ Tiba-tiba menjelang waktu dhuhur, terdengar tangisan bayi dari dalam kamar rawat, Alhamdulillah….anakku sdh lahir….tanpa saya sadari, aku menangis, menangis bahagia, anak pertamaku telah lahir, aku telah “dipercaya” oleh Allah menjadi seorang Bapak. Terimakasih ya Rabb atas Rahmat dan Karunia Mu, atas amanat Mu, seorang anak yg hrs aku rawat dan Didik dengan baik.

Aku bisikkan Adzan ditelinga anak ku, dia terdiam “menikmati” Adzan lirih yg aku bisikkan pelan2, sbg kalimat lafdul makalah yg pertama masuk ke batin anakku.

Hari itu tanggal 1 Juli 1980, anak pertama ku _Iin Churin In_telah lahir didunia, membuka sejarah perjalanan hidup ku yg masih panjang.

*Selamat Ulang Tahun anak ku, hari ini tgl 1 Juli 2016, tepat 36 tahun yang lalu, Iin dilahirkan*

Semoga tetap sehat, sabar,  panjang umur dan semakin disayang oleh Abi dan anak2, Azka, Umar, Salman dan Habib.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s