Kenapa homeschooling

[3/26, 10:30] ‪+62 896-1948-4484‬: 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Sebuah renungan🙂
🌟🌟Bagian 1🌟🌟

Pernahkah kita renungkan bahwa pendidikan sejatinya bukanlah pabrik yang ditarget untuk mengeluarkan produk dengan kualifikasi tertentu yang identik, seragam dan sewarna. Tetapi sebuah proses dimana manusia seharusnya menjadi lebih mulia.
Yang apabila kita simpulkan: bahagia di dunia dan selamat di akhirat.

Sebuah proses yang menyenangkan dan berkesan seharusnya dihadirkan untuk mencetak seorang ahli yang kini dalam pengasuhan kita: anak.
Rumah boleh masih mengontrak, pakaian boleh sederhana, makanan kadang tidak memenuhi standar gizi, tapi pengetahuan, terutama ilmu agama, adalah hak asasi anak yang wajib dipenuhi.

Jika sistem pendidikan formal belum memberi kepuasan terhadap harapan anak untuk mendapatkan pengetahuan, maka homeschooling bisa menjadi alternatif pilihan nya🙂

Sistem pendidikan ini memberi peluang luas bagi ananda dan juga orang tua untuk mengembangkan diri, memilih akses terbaik untuk memenuhi kebutuhan nya pada pengetahuan sesuai gayanya masing-masing.

Informasi mengenai homeschooling masih sangat terbatas di masyarakat. Sehingga banyak yang beranggapan homeschooling adalah sistem yang absurd karena tanpa sistem penilaian. Sebenarnya pendapat ini bisa benar, bisa juga tidak.

Mengapa?
Karena standar tiap orang tua mungkin berbeda. Akan tetapi potensi perbedaan inilah yang membuat setiap rumah menjadi istimewa.

Mengapa homeschooling layak dipertimbangkan?
1. Interaksi orang tua dan anak lebih intensif
2. Anak menguasai kompetensi
3. Kegiatan dan waktu belajar fleksibel
4. Kesempatan sosialisasi lebih luas
5. Belajar dari pengalaman
6. Pengawasan lebih efektif

Ketika belajar menjadi lebih menyenangkan dan berkesan. Mungkin itulah salah satu gambaran dari pengalaman yang akan anak dapatkan🙂

🚩🚩🚩🚩🚩🚩🚩
Bagaimana kurikulum nya?
Bagaimana memilih jenis homeschooling nya?

Nantikan di tulisan berikutnya ya daaan akan ada kejutan untuk ibunda hebat yang tergabung dalam komunitas homeschooling muslim nusantara wilayah Bandung atau SABUMI ini…
Apa itu?
Sabar dulu ya ✌🏻
[3/26, 10:30] ‪+62 896-1948-4484‬: 🌟🌟Bagian 2🌟🌟

Memfasilitasi pendidikan yang sesuai dengan karakter anak sesungguhnya adalah investasi awal berharga bagi kehidupan nya di masa depan. Membantu mereka tumbuh menjadi dirinya sendiri tanpa terkungkung dengan cita-cita klasik berupa dokter – guru – atau insinyur adalah modal utama bagi mereka mempercayai kemampuan nya sendiri.
Tentu kita semua berharap, kelak anak-anak mandiri dan mampu mempersembahkan mahkota kemuliaan bagi kita orang tuanya tapi langkah besar pertama “harus kita relakan” memberi ruang bagi mereka untuk menemukan aktivitas yang renyah dan mengasyikan. Karena belajar sejatinya adalah perkara jangka panjang. Jika kita mengikuti kultur yang menganggap sukses dinilai dari deret A atau 100 di atas kertas namun anak kosong pada penghayatan dan keterampilan, dimanakah lagi kita akan mencari jiwa anak yang mungkin terhempas di kursi-kursi dingin bertembok seragam?

Kesenangan anak pada bola, atau hobby mereka berbicara, bermain teka-teki, bertukar perangko atau mencorat-coret dinding masih dianggap sesuatu yang mengganggu dan bukannya mendapatkan apresiasi. Masa depan mereka dipersempit melalui konsep bahwa belajar adalah duduk-diam-dengarkan. Kita lupa bahwa reaksi pertama kita pada pertanyaan atau pendapat mereka bisa jadi pembunuh cita-cita mereka yang sebenarnya.

1. Apa yang berbeda dengan homeschooling?
2. Mengapa homeschooling?
3. Sekolah murah meriah
4. Belajar sepanjang jalan ^^
[3/26, 10:30] ‪+62 896-1948-4484‬: 🌟🌟Bagian 3🌟🌟

Apa yang berbeda dengan homeschooling??

Memilih homeschooling merupakan suatu kritik membangun sarat gagasan bagi ketidakefektifan dan ketidakefisienan SEBAGIAN besar proses belajar di sekolah.
Karena anak pergi sekolah tidak identik dengan BELAJAR.

Kebanyakan orang menyimpulkan, homeschooling itu belajar di rumah.
Padahal makna “at home” ini lebih merujuk pada situasi belajar yang akan dialami anak.

Homeschooling menempatkan anak sebagai subjek dimana belajar adalah proses asyik penuh semangat yang kaya dengan memori indah yang akan lebih menghujamkan materi belajar ke dalam dada bujan numpang lewat di telinga. Karena belajar melibatkan semua panca indera, dimana orang tua atau guru berperan sebagai fasilitator bukan orang yang menerangkan materi di muka kelas dengan otoritas mutlak.

Belajar sejatinya adalah menumbuhkan, mengembangkan dan memelihara fitrah kecemerlangan insan ciptaan Allah swt agar bisa memaksimalkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk menuju tingkat kemuliaan di sisi Rabb nya dan bermanfaat untuk sesamanya.

Karena ia mengemban tugas kekhalifahan dan tugas besar sebagai agen kebenaran.

Homeschooling adalah alternatif pilihan orang tua dan anak untuk mengambil peluang seluas-luasnya dalam memenuhi kehausan pada pengetahuan.

Filosofi “at home” ini juga bermakna, mereka belajar karena kesadaran nya dan kecintaannya pada ilmu pengetahuan bukan karena terpaksa atau untuk memenuhi suatu target yang tidak ada kaitannya dengan cita-cita bahagia dunia maupun selamat di akhirat.
[3/26, 10:30] ‪+62 896-1948-4484‬: 🌟🌟Bagian 4🌟🌟

Mengapa homeschooling?
Karena secara umum, ada beberapa keunggulan khas dari homeschooling yang tidak didapat dari sekolah konvensional.

Dan yang akan kita bahas, kita kerucutkan pada homeschooling muslim ^^

1. Menempatkan pendidikan agama sebagai yang utama
A. Tanggung jawab pendidikan iman
B. Tanggung jawab pendidikan akhlaq
C. Tanggung jawab pendidikan akal
D. Tanggung jawab pendidikan fisik
E. Tanggung jawab pendidikan sosial
F. Tanggung jawab pendidikan jiwa

2. Membangun, menumbuhkan lalu menyempurnakan daya kreativitas, inovasi dan kemandirian

3. Memberi peluang untuk mencapai kompetensi secara maksimal

4. Memberi perlindungan dari dampak negatif pergaulan yang salah.
– kenakalan
– sifat curang
– tawuran
– nafza
– hedonisme
– pornografi

5. Menjaga dan memastikan kebaikan dan kehalalan jenis asupan makanan

6. Mengkondisikan anak untuk lebih banyak bersosialisasi dengan orang dewasa yang menjadi teladan

7. Menyiapkan anak untuk menghadapi berbagai masalah kehidupan yang nyata

8. Membantu anak untuk lebih berkembang, memahami hakikat keberadaan dirinya sendiri, peran nya dalam masyarakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s