HS for working mom

Assalamualaikum Wr Wb..

Bismillahirabbil ‘alamin
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberi nikmat iman, kesehatan, keluarga, dan memudahkan urusan kita untuk bisa berbagi di pagi ini.

Perkenalkan saya Dini (DK. Wardhani), seorang ibu bekerja dengan 2 anak yang saat ini menjalani HomeSchooling. Sehari-hari saya adalah PNS Dosen di sebuah PTN di Malang, dan diwaktu luang saya menulis dan mengilustrasikan buku cerita anak. Suami saya bekerja di luar kota, di Pasuruan tapi setiap hari PP karena komitmen ngga mau berjauhan dengan keluarga.

Saya sering sekali mendapat curhatan teman-teman,
– Pengen sih pengen HS, tapi aku kan ibu bekerja
– gimana HS bisa jalan kalau ortunya pada kerja
– ngatur waktunya gimana?
– kurikulumnya gimana?
– Bagaimana HS efektif pada orangtua yang keduanya bekerja?

———————————————

Yah, memang dilematis ya kalau orang tua keduanya bekerja tapi ingin menjalankan HS pastilah maju mundur cantik.

Awal yang harus kita lakukan adalah mengenali pilihan hidup yang kita jalani dalam keluarga inti. Suami dan istri berbagi visi dan duduk bersama membicarakan apa sih yang kita inginkan dari masa anak-anak kita?

BAHAN PERENUNGAN SUAMI dan ISTRI

Berikut ini adalah daftar perenungan yang mungkin bisa bermanfaat dalam merumuskan visi misi keluarga.
Mengapa kita perlu melakukan pendidikan rumah (diskusikan bersama antara suami/istri)
1. Apa saja keuntungan/kelebihan pendidikan rumah untuk keluarga?
• Spiritual
• Karakter
• Akademik
• Sosial
• Hubungan Keluarga

2. Apa saja kekurangan Home Education dan bagaimana kita bisa mengatasinya?
• Spiritual
• Karakter
• Akademik
• Sosial
• Keluarga

3. Generasi seperti apa yang kita inginkan?
• Mental
• Fisik
• Spiritual
• Sosial (dengan sesama)

4. Apakah tujuan utama kita mendidik anak-anak saat mereka baligh/mukkalaf?

5. Bagaimana kita dapat melakukan pendidikan berbasis rumah sebagai bentuk ibadah, penyembahan kepada Allah? dan juga memenuhi tujuan penciptaan kita sebagai manusia

Penting bagi pasangan untuk menyamakan visi misi keluarga, agar HS yang dijalankan sesuai koridor dan antara ayah dan ibu saling menguatkan.

Sebelum Memulai HS

Sebelum memulai HS, kami sekeluarga diskusi panjang lebar terlebih dahulu untuk menyamakan visi-misi keluarga. Paling tidak ada beberapa hal yang menjadi diskusi kami :
1. Kami ingin terlibat dalam pendidikan anak-anak kami, yang semoga itu bernilai ibadah bagi orang tua mereka. Kami menyadari saat anak-anak masih di TK gurunya lah yang lebih banyak berperan mulai dari mengajarkan sholat, doa, sunnah dll.
2. Kurikulum yang ada di sekolah formal masih belum pas dengan apa yang menjadi cita-cita keluarga kami, terutama dalam hal akidah dan tauhid, shiroh, adab, akhlak  tapi tidak melupakan ilmu-ilmu umum.
3. Kami mendambakan anak-anak bisa mempelajari hal-hal mendasar yang merupakan fardhu ain bagi setiap muslim dengan baik.
4. Tidak kami pungkiri anak-anak memiliki pendekatan belajar yang berbeda, minat,motivasi dan gaya masing-masing. Sekolah tentu tidak bisa menaruh perhatian yang cukup detail untuk setiap anak secara optimal.

KESEHARIAN HS
Untuk keseharian, kami tidak ada jadwal tertentu. Yang kami lakukan adalah membagi sesi pagi dan sore.  Sampai saat ini kami masih mencari  yang pas untuk anak-anak. Anak-anak tetap melalui proses deschooling termasuk orang tuanya.
Secara garis besar, kami hanya membagi sesi pagi dan sesi sore. Setiap sesi ada rutin pagi dan rutin sore.
Rutin pagi terdiri dari :
• Bangun shubuh
• Sholat subuh
• Olaharaga
• mandi
• Membantu ibu (nyapu, ngepel, njemur baju, belanja dll)
• Hafalan juz 30-29

Setelah itu anak-anak akan belajar 1 materi secara bebas, tergantung pilihan mereka namun harus di tulis apa yang dipelajari di table sebagai evaluasi.

Rutin sore :
• Mandi sore
• Sholat magrib
• Khataman/tilawah
• Membantu ibu (menyiram taman, merapikan jemuran dll)

Nah, dengan menentukan seperti itu kemudian orang tua memetakan dimana yang kita harus involve langsung, dimana kita bisa delegasikan, bagian mana yang anak bisa mandiri (misalkan).
Karena HS bukan memindahkan sekolah ke rumah dan waktunya flexible sebenarnya bisa saja jam belajar dengan orang tua digeser sesuai jadwal ortu dan bisa saja dilakukan dimana saja (misalkan di mobil, di perjalanan dll).

Mungkin itu dulu yang bisa saya sampaikan.

Wassalamualaikum wr wb.

Salam
DK. Wardhani.

[2/17, 10:05] ‪+62 821-2229-2297‬: Kami sering ditanya..
Gak sekolah? Homeschooling dimana? Ngapain aja terus sehari-hari? temukan jawabannya di sini…

video dokumetasi kegiatan-kegiatan Radit Keni dan teman-teman Klub Pemberi ^^b
[2/17, 10:05] ‪+62 821-2229-2297‬: http://capungmungil.blogspot.co.id/2014/08/kisah-kota-kita-by-dk-wardhani-watiek.html?m=1
[2/17, 10:05] ‪+62 821-2229-2297‬: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10153213774076216&id=547146215
[2/17, 10:05] ‪+62 821-2229-2297‬: https://www.facebook.com/Stories-and-Illustrations-by-Kenia-Dyanti-1093326460691542/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s