BLW sabumi

Selayang Pandang ttg BLW

Dikutip dari web ceritablw.com
Tulisan oleh bubii Ari
Diedit oleh mama Rahmah

Apa sih BLW? BLW adalah kepanjangan dari Baby-Led Weaning. Tapi weaning disini bukan berarti menyapih bayi dari susu ya. Weaning dalam hal ini berarti memberikan makanan padat pertama sebagai pendamping ASI.

BLW adalah metode pemberian makanan pada bayi dengan cara berbeda yang biasa dilakukan ibu-ibu kita dahulu yang disebut sebagai metode konvensional. Adapun metode konvensional adalah cara pemberian makanan pada bayi dengan mengedepankan tekstur makanan secara bertahap. Dimulai dengan kental semi cair dan bertahap menjadi lebih padat hingga akhirnya bayi makan menu keluarga.

Bedanya, dalam BLW tidak dikenal pemberian puree, bubur atau makanan halus. Bayi akan mulai makan makanan padat dengan potongan besar yang tidak dihaluskan. Bayi usia 6 bulan biasanya belum memiliki keterampilan menjumput atau mengambil makanan dengan 2 jari, maka potongan makanan yang diberikan pun harus disesuaikan dengan keterampilan bayi pada saat itu. Selain itu, makanan padat dan keras sebaiknya ditunda dahulu karena memiliki resiko gagging bahkan chocking, tunda sampai bayi benar benar mahir. Semakin lama bayi akan semakin terampil dan ahli menjumput makanan-makanan kecil serta semakin mampu menangani makanan-makanan yang sulit.

BLW mengajak bayi untuk aktif dalam proses makan sementara Bunda dan Ayah menjadi penonton dan pembelajar. Bayi akan mengenal bermacam rasa makanan dari aneka makanan yang Ayahbunda tawarkan.

Apa saja sih yg bisa dikenalkan lewat gaya makan BLW ini? Wah tidak ada batasannya. Ayahbunda boleh mengenalkan aneka karbo (nasi, kentang, ubi, jagung, olahan tepung), aneka protein hewani (daging ayam utuh, ayam cincang, kaki ayam, daging sapi utuh, daging iga, buntut sapi, hati sapi, otak sapi, ikan utuh, ikan fillet), protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan matang yang tidak terlalu keras), aneka sayuran dan aneka buah.

Gaya memasaknya pun bisa disesuaikan dengan kehendak Ayahbunda. Variasikan sesuai dengan aneka menu favorit keluarga.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan BLW, yaitu:
1. Makan dalam posisi tegak (ada yang memilih dipangku, duduk di highchair atau kursi makan bayi bahkan ada yang duduk lesehan di lantai beralas tikar)
2. Bayi selalu berada dalam pengawasan (nah gaya makan BLW tidak berarti bayi dibiarkan makan sendiri sementara Ayahbunda atau pengasuh meninggalkannya ya)
3. Ayahbunda mau terus belajar dan belajar (ilmu BLW banyak tersebar dimana mana, Ayahbunda yang tertarik menggunakan metode BLW harus terus belajar agar mengerti dan paham benar apa sih BLW itu)

O ya, jangan kaget bila nanti Ayahbunda menemukan potongan wortel atau cabikan brokoli tampak dalam poop buahhatinya ya.
(created by bubii, edited by Rahmah /sept15)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s