Kulwap HSMN cikgu adrian 3

[11/4, 10:49] Adm Liza Bandung: Moderator :

Assalamualaikum wr wb

Baik ambu2 shalehah.. alhamdulillah hr ini kita lanjutkan kembali yah kulwap temporer kita hr ini dg cikgu adrian mengenai Tallent mapping dalam hs..
Kita buka kulwap kali ini dg membaca basmallah…. (cukup diucapkan dlm hati masing2)
Baik kita sapa dlu cikgu nya yah Assalamualaikum cikgu??

Cikgu
wa’alaikumussalam wr wb ibu-ibu sholehah

Moderator
Alhamdulillah cikgu sdh hadir menyapa kita semua..
Kita lanjut yah cikgu..
Lintang sabumi 1

Alhamdulillah saya berkesempatan ikut training TM di leadpro akhir Oktober lalu, hanya 1 hari jd baru tau preview saja. Alhamdulillah, sgt tercerahkan dg pemaparan abah Rama, bahwa setiap manusia itu unik, dg fitrah bakatnya masing2 yg sesuai dg peran manusia tsb di bumi ini.
Maka mengenal diri menjadi penting, karena tiap kita punya peran yg berbeda. Ketika kita tau bakat kita, maka Diharapkan kita bisa lbh optimal Menjalankan peran kita.

Jadi panjang ya 😅
Nah yg mau ditanyakan, saya sudah melakukan tes TM 3x (1 di temubakat.com, 2 di leadpro) dan ketiganya berbeda 😓. Mmg ga jauh2, tapi juga ga persis sama.
Kira2 apa ya yg membuatnya berbeda (ya, tentunya jawaban saya yg berbeda). Lalu bgmn saya harus menyikapinya?
Ini pertanyaan berikutnya cikgu. Dipersilahkan utk menanggapi..
[11/4, 11:01] Adm Liza Bandung: Cikgu
Bu lintang, jawaban berbeda-beda bisa jadi krn kita kurang mengenal diri kita,  dan kenapa kita kurang mengenal diri kita,  karena kita kurang ‘3 BANYAK’. Perbedaan kalau tidak signifikan misalnya Kuning jadi Merah atau sebaliknya,  itu mungkin saja,  biasanya diisi dengan keraguan. Namun kalau berlawanan jadi abu-abu atau hitam,  kalau itu di bagian PSS yakni bagian luar dari Strenght Cluster Map mungkin saja terjadi karena minat itu memang bisa berubah,  tapi jika berlawanan hasil Merah/Kuning menjadi Abu-abu/Hitam di bagian dalam (PSP , yakni Potensi), maka ada something wrong di pengenalan diri kita. Wallahu a’lam.

Moderator
Baik terima kasih cikgu atas jawabannya.
Oww tnyata th lintang di grup ini yah yg bertanya. Baik th lintang apakah mau menanggapi  jwaban dr cikgu?
Baik. Sambil menunggu yg mau bertanya lsg. Kita lanjut ke pertanyaan grup sabumi lain yah

Sitah Sabumi 3

Assalamu’alaikum Cikgu, saya Sitah..
Homeschooling usia dini itu kegiatannya meliputi apa saja? Apa tolak ukur bahwa kita berhasil dalam hs usia dini?
[11/4, 11:10] ‪+62 896-2779-0113‬: Bu Sitah,  khan setiap kita memang melekat kewajiban mendidik anak dan membantu anak untuk tumbuh kembang, jadi proses tumbuh kembang anak adalah proses yg harus menjadi fokus kita.
Selain itu ortu adalah salah satu Role Model bagi anak,  maka jadilah kita Role Model yg terbaik. Kalau kita ingin anak-anak bisa suka dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah saw,  maka hiasi keseharian kita dengan itu semua, basahi bibir kita dengan Al Quran shg telinga anak-anak terbiasa dengannya. Sambil melakukan apapun coba kita biasakan kita baca doa yg diajarkan Nabi Muhammad saw. Kalau kita ingin anak kita berakhlak yg baik , contohkan dalam keseharian kita, insya Allah anak akan melihat, dan itu meresap sekali dari usia dini, karena diusia dini itulah tahap memorizing.
Maka saya sering mengingatkan dimasa tsb,  hindari Calistung,  manfaatkan sebesar-besarnya masa tersebut menanamkan memori kod anak-anak. Wallahu a’lam

[11/4, 11:18] ‪+62 896-2779-0113‬: suci sabumi 1 :

Assalaamu’alaikum
Cikgu,
Apakah TM ini akan menentukan passion anak atau sebaliknya (passion menentukan TM)?

cikgu :

Bu Suci,  tes TM untuk meng-konfirmasi passion anak,  mungkin begitu kalimat pas-nya. Sehari-hari sebenarnya kita bisa membuat “Talent Mapping” sendiri untuk menduga passion anak kita. Rumusnya 4E (biasanya saya pecah jadi 2E+1E+1E). Apa itu?
2E pertama untuk mengidentifikasi passion anak adalah,
1. Enjoy
2. Easy
artinya apakah anak kita asyik,  happy dan gampang saja melakukan sesuatu yg ia lakukan,  jika jawabnya YA,  maka fasilitasilah anak kita tsb,  apakah dengan memanggil guru,  coach,  mengikutkannya pada kursus,  mendaftarkan ke klub, maka lihatlah E yg ketiga yaitu
3. Excellent, 
jika ternyata hasil makin keren dari sebelumnya,  bahkan makin terasah makin keren, maka seharusnya bisa memberikan E yg keempat,  yaitu
4. Earn,
artinya memberi manfaat bahkan pada satu titik bisa menghasilkan. ✅
[11/4, 11:28] ‪+62 896-2779-0113‬: tanggapan teh suci :

Sip
Nuhun Cikgu
👍🏻👍🏻✅

*tercerahkan
🙂

moderator :

Alhamdulillah..
Baik masih adakah yg mau bertanya langsung buibu…?? Silahkan dimanfaatkan mumpung cikgu bertandang kemari..:)
Kita lanjut dg pertanyaan berikutnya yah cikgu

Ika sabumi 1 :

apakah ada batasan usia ideal melakukan TM? jika sudah usia di atas 30thn baru di TM, terhitung terlambat ga ya?
[11/4, 11:34] ‪+62 896-2779-0113‬: cikgu :

Bu Ika,  Abah Rama (Ir. Rama Royani ITB 1964) ketika menterjemahkan teori 34 tema bakatnya Gallup Organization menjadi tools tes TM ini,  menjadikan diri beliau sendiri sebagai ‘kelinci percobaan’ dan hasilnya adalah bahwa beliau Terkonfirmasi TIDAK COCOK jadi Direktur Utama PT Lima Wira Wisesa (Perusahaan yg beliau dirikan dan membawahi bbrp perusahaan), padahal beliau sudah menjadi Dirut selama 30 tahun,  dan kalau ditanya kepada karyawan,  semua happy-happy saja dipimpin beliau,  dan perusahaan pun berjalan dengan baik. Tapi begitu beliau dapatkan hasilnya demikian,  betapa bergembiranya Abah,  menemukan passion sebenarnya beliau,  maka beliau lepaskan posisi dirut lalu diberikan kepada orang yg direkruit yg sesuai dengan passionnya sebagai Dirut. Sekarang Abah,  amat happy dan menikmati perannya yakni sebagai ‘guru’ dalam banyak hal yg terkait dengan TM,  Job Analysis,  Talent Management dsb.
Nah,  tahukah ibu,  diusia berapa beliau mengetahui passionnya tsb?
jawbnya : 59 tahun ! 😁

[11/4, 11:51] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Th siti sabumi 1

Assalamu’alaikum cikgu..
kalo misalnya hasil tm tdk sesuai dgn pekerjaan yg di lakoni sekarang,bagaimana memaksimalkan passion dan pekerjaannya yg sekarang?
Serta usia berapa tahun kita bisa memaksimalkan passion anak?
[11/4, 11:52] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Cikgu

Bu Siti,  selama tidak memenuhi 4E,  maka hasil kerja atau kenyamanan dalam bekerja pasti tak optimal. Karena mungkin saja orang bekerja terpenuhi Easy,  Excellent dan Earn,  namun ia tidak Enjoy,  maka sebenarnya ia bekerja dengan keadaan tidak happy,  penuh tekanan,  dan kadang stress,  nah kondisi itu yg dialami Abah saat jadi Dirut. Padahal karyawan melihat dari kesehariaan, beliau terlihat happy-happy aja,  namun menurut pengakuan beliau gak seperti itu kondisi sebenarnya.

Memaksimalkan passion anak,  secara teori usia 16 tahunan ya bu. Setelah itu biasanya bakat sudah final. Sharing sesion TM ini sebenarnya salah tujuannya adalah membangun kesadaran kita semua agar kita bisa membantu tumbuh kembang anak agar sesuai passionnya,  karena itulah misi alias alasan keberadaan manusia dimuka bumi ini,  yakni berperan sesuai “syakilah” nya. ✅
[11/4, 13:10] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Mod

Baik cikgu kita lanjut yah..

Rinrin Sabumi 2

Gimana awal mula agar kita/orangtua memetakan ke arah mana talenta anak kita? Terkadang saya sedikit memaksakan kehendak, inginnya anak kita bisa segalanya.

Dipersilahkan cikgu..
[11/4, 13:10] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Cikgu

Bu Rinrin,  nanti kalau dipaksakan jadi passionnya ibu donk yg dilakukan anak.
Coba deh bu 3 BANYAK dan 4E-nya, semoga berhasil ya bu ✅
[11/4, 13:12] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Pertanyaan

Viki Sabumi 2
Boleh cerita sedikit cikgu, tallent mappingnya seperti apa yang sudah cikgu lakukan di keluarga?
[11/4, 13:27] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Bu Viki,  maksudnya mungkin bagaimana kami membantu anak menemukan bakatnya ya?

Nah,  kami jalankan sederhana aja ibu,  yakni 3 BANYAK dengan indikator 4E tersebut,  caranya,
1. Kami hidupkan Remaja Masjid, sehingga anak-anak kami walaulun HS tidak boleh kuper,  mereka harus banyak kawan
2. Jika saya bertugas keluar kota,  secara bergantian anak-anak menjadi asisten
3. Kami liburan di hari yg orang lain liburan,  shg selain mendapati tempat rekreasi yg tidak penuh sesak
4. Nah,  direkreasi itu kita berinteraksi dengan banyak orang,  dan beraktifitas yg berkaitan dg outdoor
5. Anak-anak mengikuti kursus sesuai minat mereka
6. Belajar Literasi
7. Magang di beberapa perusahaan
8. dsb

Sedangkan tes TM kami lakukan saat mereka usia 16 tahun ✅
[11/4, 13:33] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Mod

Baik cikgu. Klo boleh tau usia anak yg pertama brp tahun ? Apakah semuanya hs?
[11/4, 13:33] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Cikgu

Anak pertama lahir saat kerusuhan Mei 1998 sekarang kuliah semester 3, yg kedua 1999 sekarang kuliah semester 1 dan ketiga 2004 sekarang HS level 7 SMP
[11/4, 13:34] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Anak pertama mulai HS lulus paket B,  dibarengi adiknya yg sedang SMP,  keduanya di SoU,  tali kasihan jauh sekali dari rumah, akhirnya kami diakusi bersama dan diputuskam HS.
Sedangkan anak ketiga saat kelas 5 SD minta HS 😁
[11/4, 13:35] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Mod

Semakin bersemangat yah buibu… inshaAllah dimudahkan jalannya..

Baik. Kita lanjut kepertanyaan berikutnya yah..

Th rintan sabumi 1
Assalaamu’alaikum
Apakah ada standar dari tiap usia sudah sejauh apa latihan yg dilakukan dikatakan sudah “berhasil” ? dan apakah ada rentang waktu untuk melakukan tes nya ?
[11/4, 13:46] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Cikgu

Bu Rintan, 3 BANYAK itu ukuran dan indikator keberhasilannya adalah 4E,  namun jika masih usia dibawah 16 tahun,  terus saja dilakukan 3 BANYAK bu,  krn bisa jadi terus berkembang bakat yg sudah kelihatan tsb,  dan bakat yg lain pun mulai pelan-pelan terlihat juga,  khan mungkin saja anak ibu multi talenta.

Tes TM, sarannya minimal diusia 15-16 tahun,  namun sekali lagi,  tentu tergantung seberapa intens 3 BANYAK itu dilakukan. Semoga kita semua menikmati pendampingan anak-anak kita dalam tumbuh kembangnya dan menemukan bakatnya :)✅
[11/4, 13:51] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Cikgu

temubakat.com bisa dilihat bu,  ada semacam tester untuk TM,  namanya tes ST30, mohon direnungkan banget saya mengisi,  krn kadang kita mengisinya bukan sedang memetakan Strenght kita,  tapi sedang bikin ‘daftar khayalan atau keinginan’ 😁😁😁
[11/4, 13:52] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Retno sabumi 2

Mengenai homeschooling anak usia 3.5 tahun, bagaimana cara terbaik untuk mengajarkan shalat dan mengaji? Selain mencontohkan, bolehkah kita memberi reward kalau anak melakukan shalat atau mengaji misalnya dengan membolehkan menonton video edukasi dengan durasi tertentu? Saya dengar tidak boleh memberi reward dengan memberikan makanan kesukaan misalnya. Apakah benar?
[11/4, 14:02] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Cikgu

Bu Retno,  saya agak khawatir jika pola pendidikan menggunakan pendekatan reward ya,  karena anak jadi berbuat baik karena reward tsb bukan krn keinginan dan kesadaran,  nah membangun kesadaran tentu diawal kebiasaan,  dan kebiasaan itu diawali dari teladan. Mengajarkan sholat adalah dengan membiasakan anak melihat ortunya sholat, dan tumpah ruahkan perasaan kasih sayang ortu pada anak, shg diusia tsb anak akan tertanam bahwa ortunya sholat dan penyayang padanya. Pelan-pelan anak diajarkan wudhu dan dipakaikan pakaian sholat,  biarkan ia melihat,  nanti suatu waktu ia akan coba mengikuti, maka tidak mengapa ibu keraskan suara (yg merdu ya bu) dalam ibu melaksanakan sholat.

Mengaji? di usia tsb ibu jangan susah payah mengajarkan anak membaca Al Quran,  mulai saja dengan membiasakan anak mendengar ortunya membaca Al Quran atau melantunkan Al Quran,  saat mendampingi anak. ✅
[11/4, 14:03] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Mesa S1

Cikgu, mau bertanya
1. Bagaimana deskripsi seorang anak dinilai multi talenta/bukan?
2.Adakah anak2 yg memang memiliki bakat yg seimbang? Dalam arti, dia nyaris bisa melakukan semua hal, namun tdk sampai mencapai 4E. Bagaimana penanganan yg tepat?
3. Jika bakat tdk sejalan dg minat, bgmn langkah yg tepat agar tercapai 4E?

Terimakasih
[11/4, 14:18] Asri Hsmn2 Talkshow Hs: Bu Mesa, 
1. Jika anak 4E dibanyak hal bu
2. Kalau tidak sampai 4E berarti bukan bakat bu,  paling tinggi HOBBY
3. Ibu laksanakan 3BANYAK,  maka jika memang benar anak berbakat di satu hal,  nanti akan tumbuh minatnya. ✅
[11/4, 14:24] Admin Grup Hsmn 2 Bandung Deasy Sabumi: Cikgu

Ya bu Mesa jika aktifitas yg mendukung bakatnya dilakukan bu,  kalau tidak,  ya minatnya tidak muncul,  bahkan malah jadi berlawanan
[11/4, 14:29] Admin Grup Hsmn 2 Bandung Deasy Sabumi: Mesa : 👍cukup. Terimakasih Cikgu 🙏

Mod

Baik alhamdulillah. Cukul yah th mesa. Tinggal prakteknya niy kita 😁
Selanjutnya th lintang yah. Sy persilahkan..

Lintang 

Cikgu, mau tanya lagi :
1. Mau tanya ttg penggunaan bahasa ibu. Maksud bahasa ibu itu bagaimana? apakah bahasa daerah atau berupa langgam, intonasi berbahasa saja? praktiknya seperti apa?
Bagaimana dg keluarga yang multi suku, atau seperti saya darah jawa tapi lahir dan besar di jakarta (sehingga tidak bisa bahasa jawa), dan sekarang menetap di Bandung. Bahasa Ibu seperti apa yang harus saya pakai di keluarga

2. Mengenai pembelajaran literasi yang diterapkan di keluarga cikgu, ini seperti apa  bentuknya. Utk anak yang belum bisa membaca, apakah membacakan buku/read aloud sudah cukup? 

3. Setelah mendapatkan hasil TM , mengetahui bakat2, potensi2 kekuatan dan personal branding. Ternyata tidak cukup sampai TAHU ya cikgu.. selanjutnya, bagaimana menjadikan potensi itu keluar, bagaiamana mengasah kekuatan. bagaimana proses shifting dari aktifitas saat ini agar sesuai dg potensi yang ada, hingga bagaimana membuat potensi tsb memberi manfaat/penghasilan (earn) tentunya butuh bimbingan. Apakah ini juga difasilitasi Leadpro sbg coaching?
[11/4, 15:01] Admin Grup Hsmn 2 Bandung Deasy Sabumi: Cikgu:

bu Lintang, pertanyaan ibu seharusnya dijawab dengan pelatihan nih,  tapi coba saya kasih gambaran umumnya
1. Bahasa Ibu,  bahasa cinta,  bahasa kasih sayang bu.
2. Ya bu, Literasi itu ujungnya anak bisa membuat buku/tulisan/laporan/bahan presentasi dan sejenisnya, itu yg membedakan dengan Calistung.

Awalnya benar bu dibacakan buku,  lalu pelan-pelan anak diberi gambar tanpa tulisan, nanti anak-anak diminta menceritakan menurut persepsi masing-masing, pada tahap berikutnya ketika anak menceritakan kembali,  ibu menuliskan poin-poin dari apa yg anak ceritakan,  pada saat anak mulai tertarik menulis,  mulai anak dibiasakan menuangkan apa yg ada dipikirannya ke dalam tulisan pendek-pendek,  begitu seterusnya.
3. Coaching?
LeadPro gak sampai kesitu bu. Biasanya yg melakukannya usernya seperti sekolahalam,  lembaga-lembaga, atau personal

Mod:

Mangga th lintang brg kali mau menanggapi atau cukup?

Lintang :

hoo, jadi saya salah mengerti ya.. selama ini saya kira bahasa ibu adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari, dalam bentuk verbal
jadi berbahasa ibu yang baik, bisa berarti dengan berinteraksi dg sepenuh hati ke anak2, sehingga anak bisa membaca kasih sayang, perhatian dari kita..
goalnya berarti bukan mahir menyampaikan pendapat ya, cikgu?

Cikgu : Ya bu benar🙂

Lintang : 👌 nuhun jawaban dan pencerahannya, cikgu
[11/4, 15:31] ‪+62 856-2428-1085‬: Th mala sabumi 2:

Cikgu, terkait dg BANYAK td,  sy sendiri sbenarny sepakat sekali. Tp, suatu saat, ada kerabat y seolah  ‘menegur’…’banyak banget kegiatanny, apa anakmu ndak bingung itu? Klo overstimulated gimana?’
Smntr, ada slh 1 buku jg y menyebut bhw repetisi memang penting utk anak, terutama y usia dini. Mnrt cikgu bagaimana ya? Benarkah ada kondisi overstimulated pada anak?

Cikgu:

Bu Mala, tentu harus terukur dengan kondisi fisik anak ya bu. Repetisi itu khan untuk membuktikan benar bahwa anak Enjoy dengan kegiatan yg dilakukan,  krn kalau bosenan,  se-excellent apapun hasilnya,  tetap saja itu bukan passion anak ✅
[11/4, 16:28] ‪+62 856-2428-1085‬: Teh sita sabumi 3:

tentang hs. kalo hs group yg jadwal  belajar nya senin sampe jum’at, jam 8 sampe jam 1, sebenarnya bisa dikatakan hs atau tidak? jazakumullah.

Cikgu: Bu Sita,  selama itu kesepakatan,  dan yg dijalankan adalah program yg memang sama-sama dibutuhkan, bisa disebut HS bu. ✅
[11/4, 16:29] ‪+62 856-2428-1085‬: Cikgu:

PENUTUP
Baiklah ibu-ibu, setelah beberapa hari kita diskusi, semoga banyak manfaat kita bisa ambil dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan anak-anak kita semua.
Semoga ini bukan pertemuan terakhir. Jika yg saya sampaikan itu benar maka sesungguhnya kebenaran itu milik Allah swt dan semoga Allah swt menjadikan ini bernilai ibadah, namun jika yg saya sampaikan itu salah maka itu murni kesalahan saya pribadi dan untuk itu saya mohon dibukakan pintu maaf dari ibu-ibu semua serta memohon ampunan dari Allah swt.

Kepada bu Ida selaku founder HSM Nusantara, saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yg diberikan kepada saya, sehingga saya bisa berdiskusi dengan ibu-ibu yg sholehah dan berilmu luas di grup yg berkah ini. Jazaakillah khairan katsiran.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Demikian, saya mohon izin untuk keluar dari grup ini.

Terima kasih ibu-ibu semua atas diskusi dan sharingnya. Sampai ketemu dilain kesempatan. Jazaakumullah khairan katsiran.

Wassalamu ‘alaikum wr wb.

*Cikgu – Adrian*
HP : 08-212-4664-822
WA : 08787-56-88-993

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s