Diskusi hsmn cikgu adrian HS

[11/2, 14:21] Adm Liza Bandung: Cikgu :

Assalamu’alaikum wr wb. Perkenalkan saya , Adrian , kawan-kawan saya memanggil saya Cikgu.
Pendidikan : Fisika ITB (setahun) , lalu pindah ke Teknik Gas & Petrokimia (T. Kimia) UI
Kegiatan :
1. Konsultan Pendidikan, khususnya Pelatihan Guru dan Strategi Belajar
2. Konsultan HS
3. Trainer Talents Mapping (TM)
4. Pengajar Matematika
5. Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) , pokja Talents Mapping

Nama Istri : Sulistyowati
Pendidikan : Sastra Arab UI dan Ma’had Al Mannar
Kegiatan :
1. Ibu Rumah tangga
2. Koordinator Pusat Puteri Gading,  Thifan Tsufuk

HS yang kami jalani,  sebenarnya sederhana saja,  menggabungkan konsep pendidikan sekolahalam (didirikan bang Lendo Novo)  dengan mengutamakan pembinaan keimanan (akidah/tauhid) dan pembinaan akhlak (karakter) di pendidikan dasarnya,  termasuk didalamnya  Al Quran dan sunnah Rasulullah saw serta belajar bersama alam (alam takambang jadi guru).

Disamping itu kami juga menerapkan konsep Talent Mapping dalam memfasilitasi talenta anak-anak dengan fokus kepada KEKUATAN (Bakat Surplus), sehingga tidak terlalu pusing dengan KELEMAHAN (Bakat defisit)nya, krn kami menyadari bahwa sebagai manusia yg bersosialisasi,  manusia bisa bekerjasama dalam menutupi kelemahannnya dengan manusia lain yg mempunyai bakat surplus dibidang yg ia tidak kuasai.
[11/2, 14:38] Adm Liza Bandung: HOMESCHOOLING

Bagi kami,  HS adalah sebuah pilihan bukan keharusan. Kenapa kami sebut pilihan? Lantaran di lingkungan kami tinggal tidak kami temukan sekolah dengan muatan seperti yg keluarga kami inginkan. Yakni sekolah yg tidak hanya mendidik akademis namun juga membentuk akhlak baik akhlak thd ALLAH  swt, kpd Rasulullah saw,  Al Quran dan As Sunnah, sesama manusia dan Alam semesta. Juga sekolah yg mengasah perkembangan bakat anak yg memang diciptakan Allah swt berbeda-beda.
Sebenarnya sewaktu SD anak kami sudah mendapatkan sekolah yg demikian yakni Sekolahalam pertama, SA Ciganjur. Namun ketika kami harus pindah rumah,  maka kondisi memaksa kami mengambil sebuah pilihan,  dan jatuhlah pilihan tsb ke HS.

Namun,  sebenarnya pilihan sekolah atau pilihan pola belajar seperti apapun,  ada prinsip yg insya Allah sudah sama-sama kita pahami yakni :
“Pendidikan itu adalah Kewajiban melekat orangtua thd anak-anak yg diamanahkan Allah swt kepadanya”

Alhamdulillah dengan keluarnya Permendikbud no. 129 tahun 2014, pilihan metode belajar ini sudah ada pijakan teknisnya,  walaupun pijakan hukum sebenarnya sudah ada yakni UU pendidikan tahun 2003. ✅
[11/2, 14:50] ‪+62 812-1435-052‬: Teh Mekar

assalamualaikum cikgu. kekuatan apa yang harus dimiliki bila seseorang memilih hs?? apakah pendidikan di sekolah alam bisa disetarakan dengan hs?
[11/2, 15:02] ‪+62 812-1435-052‬: Cikgu

1. Bu Mekar,  wa’alaikumussalam wr wb.
Kekuatan komitmen ortu , dan anak jika ia telah mumayiz apalagi telah akil baligh. Karena anak bukan sekadar objek pendidikan tetapi juga sekaligus subjek.
SA selama benar menjalankan konsep SA,  insya Allah sesuai. Namun kalau SAnya hanya sekolah di alam atau sekolah kebun, namun kurikulumnya menggunakan kurikulum umum  tentu tidak SA yg saya maksud ibu. ✅
[11/2, 15:22] ‪+62 812-1435-052‬: Teh Mekar:

indikator SA yg benar seperti apa??
[11/2, 15:24] ‪+62 812-1435-052‬: Cikgu:

2. Bu Mekar,  SA itu punya Core Values. Nah, salah satunya adalah Metode. Metode belajar di SA itu yg dipakai setidaknya harus ada :
1. Bahasa Ibu
2. Belajar Bersama Alam
3. Outbond

Yang penjelasan detailnya,  perlu pelatihan bbrp hari bu. ✅
[11/2, 15:31] ‪+62 812-1435-052‬: Teh Lia Sabumi 3:

Untuk menjalankan hs drumah apa ada perangkat standar yg harus kita persiapkan selain ilmu yg lebih diperdalam oleh ortunya dan anaknya ?
[11/2, 15:31] ‪+62 812-1435-052‬: Cikgu:

3. Bu Lia,  perangkat belajar tentunya ibu. Karena sebenarnya tergantung kebutuhan keluarga masing-masing yg tentu satu sama lain berbeda kebutuhan dan kondisi. ✅
[11/2, 15:36] ‪+62 812-1435-052‬: Teh Lia:

Yg mendukung personalnya, misal : buku, video, dll.
Berarti bergantung dari niatan awal hs ya cikgu.. kita tinggal mencari amunisinya
[11/2, 15:36] ‪+62 812-1435-052‬: Mod:

Tafadhol cikgu, mungkin yg dimaksud teh lia adalah alat perangnya. Terkadang ibu siap ilmu, tp krn mindsetnya masih homeschooling adalah memindahkan sekolah ke rumah jadi masih berpikir apakah alat2 pendukungnya jg harus seperti di sekolah. Betul begitu teh lia?
[11/2, 15:51] ‪+62 812-1435-052‬: 4. Bu Lia,  perangkat belajar bisa apa saja,  bisa Video,  Youtube,  Perpustakaan, dsb tergantung kemampuan, kebutuhan dan kondisi keluarga masing-masing. Khan mungkin saja sarana belajarnya adalah taman depan rumah,  masjid di sekitaran komplek,  home industri sekitar rumah dsb. ✅
[11/2, 15:54] ‪+62 812-1435-052‬: Teh Helmi

Jadi maksimalkan perangkat yg ada di sekitar ya. I c
Nah, bagaimana qt memastikan kurikulum yg qt buat sesuai dgn usianya,sesuai dgn yg seharusnya dan bagaimana memastikan apa yg dicapai anak tsb sesuai dgn standar sesuai usianya. Mengingat anak-anak kan unik, dan standar masing-masing org tua jg beda2…bisa ekspektasi terlalu tinggi atau malah terlalu rendah.nuhun
[11/2, 16:06] ‪+62 812-1435-052‬: Cikgu

5. Bu Helmi, buku-buku ttg teori perkembangan anak sudah banyak bu,  atau bisa juga di googling. Namun tentu perkembangan anak yg paling melihat ortunya masing-masing ya,  jadi ortulah yg paling tahu bahwa si anak sudah bisa ini atau itu.
Namun secara umum,  anak-anak balita dan batita adalah anak yg sedang mengalami proses perkembangan motorik. Selain itu diusia ini sampai dengan Basic Elementary (kelas 3 SD), pengajaran diberikan dalam kondisi bermain. Hindari Calistung diusia tsb. Jangan takut dalam mendidik bu,  maka iringi selalu dengan qiyyamul lail bu,  doakan anak kita, kita minta petunjuk selalu kepada yg memberi amanah,  yakni Allah swt. Ingat kalau anak mau baik akhlaknya,  tentu ortunya harus menjadi teladan bagi anaknya.
Para sahabat Nabi Muhammad saw,  makya gak susah menjalankan akhlakul karimah,  kenapa? Karena teladannya langsung didepan mereka yaitu Rasulullah saw. Ortu adalah salah satu role model bagi anaknya. ✅
[11/2, 16:17] ‪+62 812-1435-052‬: Pertanyaan Syifa S3, sekligus pertanyaan yang sama dari Teh Mala, Teh Sitah, dan Teh Viki

Assalamualaikum wrwb. Klo tallent mapping terlihat di usia berapa? Apakah sebaiknya fokus dengan tallent yg dimiliki anak atau biarkan saja anak menjelajahi semua hal? Hatur nuhun
[11/2, 16:18] ‪+62 812-1435-052‬: Cikgu

7. Bu Syifa,  sudah masuk ke Materi Talents Mapping nih ya. Baik.
Menurut para psikolog,  tes-tes yg berkaitan dengan psikologi sebenarnya akurasinya baik secara UMUM ketika anak usia 15-16 tahun. Jadi di usia bayi s.d. 15 tahun tsb seharusnya anak diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengeksplorasi diri. Biasanya biar mudah saya istilahkan “3 BANYAK”, yaitu BANYAK interaksi, dengan BANYAK orang, dalam BANYAK ragam aktifitas. Sehingga anak-anak sendiri nanti akan menemukan bakat yg nyambung dengan minatnya. Jadi kita ortu memfasilitasi dan mengarahkan saja. ✅
[11/2, 16:46] ‪+62 812-1435-052‬: Halaman ini menjelaskan urutan 34 tema bakat , dari bakat surplus hingga bakat defisitnya. Dan kita cukup konsentasi terhadap urutan 1 s.d. 7 karena itu adalah KEKUATAN-nya. sedangkan 7 terakhir adalah KELEMAHAN-nya.

Askar punya 7 bakat terkuat :
1. Developer = Sedang membuat orang lain maju,  senang membentuk orang menjadi sesuatu
2. Relator = Senang bersahabat dan berkawan banyak
3. Context = Senang mengaitkan segala sesuatu dengan masa lalu,  dan biasanya senang dengan Sejarah/Sirah/Tarikh
4. Intellection = Senang merenung dan memikirkan suatu hal dengan mendalam,  dan senang berdiskusi
5. Focus = Senang bekerja serial,  alias satu persatu.
6. Significance = Senang didengar,  senang mengemukakan pendapat dan senang jika keberadaannya diakui
7. Analytical = Senang menganalisis data, angka dan grafik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s