Indigo

Baca deh cerita nyata ini… insyaallah kita bisa ambil hikmah y…
💥Hati2 dg yg nama y indigo..
harus segera di ruqyah syar’iyah

Assalamu’alaykum .. Insomia nih.. Mumpung ada waktu luang, sy akan menceritakan kisah tentang sepupu saya yang bernama Aisyah panggilannya Ota.

Judulnya OTA, OCD, DAN INDIGO

Cerita ini berawal dari perkenalan sy dengan sepupu sy yang bernama aisyah alias Ota. Seorang anak kecil berusia 4 tahun ketika itu (sekarang 12th). Tak ada yang aneh dari dirinya. Anak kecil biasa yang suka bermain dan tertawa riang. Sampai akhirnya, pertemuanku dengan dirinya yang karna izin Allooh mengubah hidupnya… Dari dunia “kegelapan”nya menuju dunia anak2 nan ceria.

Cerita ini saya tulis untuk teman2 rumers yang mempunyai anak/keluarga/diri sendiri yang mempunyai Indigo. Cerita ini saya tulis berbeda waktu dan tidak saya tulis tanggalnya karna saya tidak pernah mencatat tanggal pertemuan kami. Setiap kisah di komentar terjadi dalam rentan waktu dan keadaan yang berbeda. Ota… Seorang anak kecil berumur 4 tahun, penderita OCD (obsessive compulsive disorder) dan indigo.

~our First Meeting~. Sebuah mobil inova diparkir di pekarangan rumah kakek kami.. Orang2 yang duduk di mobil itu mulai turun.. Lalu kulihat ada seorang gadis kecil, dengan dres batik, rambut dikuncir rapi, dan tas selempang motif strawberry pink lucu menghiasi tubuhnya. Namanya Aisyah Nurohma, panggilannya Ota, rambut panjang ikal mayang dengan warna agak kemerahan tersenyum padaku.. Cantiknya anak ini..dalam hatiku… Orangtuanya yang merupakan adik mamaku baru pulang dari malang. Ya, mereka memang tinggal di malang selama ini. Ada urusan keluarga yang membuat mereka akhirnya pulang ke palembang selama lebih dari 1 bulan. Aku mengajak ota untuk duduk di ayunan dibawah pohon rambutan depan rumah kakek kami… Saat itu kami tertawa asik bersama dengan sepupu2 kecil lainnya. Sampai akhirnya kami terdiam karna ota berhenti mengayuh ayunannya. Matanya mendongak keatas kearah pohon yang diatas kami. Iya terus-terusan demikian. Sepupu2 kami lainnya keheranan dan akhirnya ketakutan. Terpaksa, bismillah kugendong ota masuk kedalam rumah. Dirumah iya diam saja dan ketika saya tanya apa yang dia lihat, Ota berkata ada tante cantik di pohon rambutan itu. Ya Allooh.. Badanku gemetar saat itu.

~Pertemuan kedua~ hari terik panas.. Saat itu tepat pukul 2 siang.. Aku sudah sampai di palembang, sebelumnya aku menempuh perjalanan dari indralaya ke palembang 1,5jam.. Aku kuliah di UNSRI, kami terkenal dengan jarak kuliah yg jauh.. Dan macet. Ketika turun dari bus mahasiswa, pikiranku tertuju pada ota. Ah rasanya ingin aku mampir kerumah kakek. Akhirnya aku puin kesana.. Baru turun dari angkot, aku berjalan di lorong menuju kerumah kakek. Aku melewati dua orang ibu2 tetangga kakekku yang mengobrol. Salah satu ibu berkata “Ya Allooh jadi mati beneran ya bu kucing sama burung peliharaannya?? Sama persis dengan yang dibilang anak tak stroberi itu buk? Iiiih aneh banget anak itu bu. Katanya dia dari jawa kan mudik kesini. Anak dukun kali bu” hah?? Tas stroberi? Ini pasti ota. Ada apa dengan ota? Dalam fikiranku. Tak lama aku sampai dirumah kakek. Ota sedang menangis di pangkuan ibunya sambil diberi kapas untuk diobati. Tangannya luka karna dicakar temannya. Sebelum itu ia berkata pada anak tetangga dibelakang rumah kakek “kata teman saya nanti kucing sm burung kamu itu mati” ternyata benar itu terjadi.. 3 ekor kucing dan sepasang burung lovebird peliharaan tetangga itu mati. Anak tetangga itu menangis dan marah2 pada ota, sampai akhirnya mencakar ota. Saya terdiam.. Kenapa ota bisa tau hewan2 itu akan mati..? Lalu siapa temannya itu?

~episode 3~ masih di hari yang sama.. Saat para tetangga masih gempar akan kehadiran ota. Saat itu saya di dapur, pukul 5 sore, lapar yang sangat menyerang perutku.. Ketika sedang makan, oom saya (ayahnya ota) kedapur ambil minum. Saya tanya “om.. Ota indigo ya?” yup.. Ternyata benar. Sendari lahir anak itu indigo, iya sering berkata melihat sesuatu atau bahkan tersenyum dan mengobrol dengan sesuatu yg ia lihat, namun orang lain tak melihatnya.. Akhirnya, malam itu aku meminta ota untuk tidur bersamaku.. Kuberanikan diriku meski aku yakin nanti2 iya akan banyak bercerita “horor” padaku. Kami tidur bersebelahan, dengan saya memeluk guling dan menghadap ke arah ota. Mata tiba2 tersayup.. Ah sudah berat mata ini akan tidur… Tiba2 aku terkejut seketika melihat jari tangan ota.. Kukunya kecil2 rapus dan mengelupas. Kulit di ujung jarinya hancur dan kapalan. Ada yg mengelupas bahkan ada bekas luka kelupas kulit. Ah anak ini kenapa? Kukunya seperti digigiti. Namun tanda tanyaku tak mampu mengalahkan rasa kantukku.. Sampai akhirnya mataku terkatup.. Lalu terbuka lagi ketika ku mendengar sayup2 suara ota berkata “hus hus sudah aku mau bobo.. Jangan ajak main terus.. Nantti kena marah Ayuk Dia (mbak Dia;dia itu saya, dalam bahasa palembang ayuk=mbak, dan saya dipanggil Dia). Hus hus pulang dulu ya kak, aku bobok dulu, ayuk dia juga sudah bobok”. Mataku lantas terbuka! Aku kaget apa yg dibicarakan ota. Saat itu ota berkata demikian sambil melihat kearah pentilasi jendela kamar kami… Ya Alloh akhirnya kubaca ayat kursi lalu kupeluk ota.. Kutepuk2 punggungnya dan kuelus rambutnya.. Anak itu akhirnya tidur… Aku kasihan padanya.. Aku semakin penasaran.. Ya..aku harus mengetahui banyak tentang ota.. Sepupuku yang sangat jarang kami bertemu dengannya.

~episode keempat~ malam itu kami tidur dengan nyenyaknya. sambil tertidur kupegang tangannya dan perhatikan jari2nya.. ah anak ini suka menggigit kuku bahkan mengigiti kulit ujung jarinya.. Ya Allooh anak ini kenapa…? dalam hatiku. sambil ia tertidur aku masih merinding dan membaca surah Al-Baqoroh sehafalku.. sembari celingak celinguk mataku memutari kamar. dalam hatiku berkata, apakah kakak yang disebutnya tadi masih ada?? ah tidak mungkin, aku sudah membaca surah2 ruqyah, Allooh pasti melindungi kami dan mengusir syaithon itu. malam itu aku terjaga sampai jam 2 pagi.. setelah itu aku tak ingat apa2 lagi. adzan subuh di masjid yang tak jauh dari rumah kakek membangunkan kami.. ketika aku terbangun, kubangunkan pula Ota, ingin kuajak dia sholat subuh berjama’ah agar dapat mengusir jin2 yang mengikutinya. ota pun mau..alhamdulil
lah… ketika kami antri di sumur untuk mengambil wudhu, tiba2 bibi, tante, sepupu2, ortunya ota menoleh pada ota, melihat tingkah ota di sumur itu, ia melambai-lambaikan tangan ke arah sumur, dengan nekad kutanya, “ada temannya ota ya? laki2 ato perempuan?” ota menjawab “laki Yuk.. udah aki2 kok, matanya sakit jadi matanya ga ada Yuk, katanya ditaroknya dulu di tempat lain” seeeerrrrrrrrrr hati kami semua berdesir, tetiba kakek dan nenek saya komat-kamit membaca do’a agar Jin itu pergi dari penglihatan ota. lalu kami pun bergegas berwudhu seperti dikejar2…lalu kami sholat berjama’ah subuh itu.. dan setelah sholat itu, pembahasan mengenai ota pun dimulai oleh kakek kami, di episode kelima.

~episode kelima~
Matahari sudah mulai mengintip mengusir dinginnya sisa embun malam tadi, kami semua masih duduk diatas sajadah masing2.. kakekku bertanya mengenai apa yang terjadi pada ota sepupuku. sendari lahir, ota merupakan seorang anak indigo. ortunya memperhatikan ota dari mulai ia belajar berjalan tak pernah berjalan kearah ortunya namun selalu kearah lainnya. begitupun ketika umurnya menginjak 3 tahun dan mulai fasih berbicara, ota sering berbicara sendiri menghadap kedinding atau benda lainnya yang umumnya orang2 tidak melihat lawan bicara ota. ota pun sering berkata pada ibunya tentang ini itu, tentang tante cantik, kakak cantik, oom seram, oom nakal, maupun tentang tetangga atau orang2 disekitar mereka yang akan meninggal. lalu aku pun bertanya mengenai jari2 tangan ota. Ota mempunyai OCD (obsessive compulsive disorder) suatu kelainan dimana kelain ota ini yaitu apabila ia risau atau panik maka dirinya akan menggigiti kukunya sampai sakit dan mengigiti kulit ujung jarinya hingga berdarah. Ota mulai mengidap OCD setahuin ini ketika ia mulai mengerti berteman dan teman2nya mulai menjauhinya karna keanehan dirinya. Ota sering mengobrol sendiri ataupun berkata tentang apa yang dirinya lihat sehingga anak-anak lain menjauhinya karna takut akan dirinya. lalu kakekku meminta ortu ota untuk mengobati ota, baik diobati secara medis maupun nonmedis. namun disayangkan, ortu ota khususnya ibu ota menolak. yang membuatku tak suka adalah seakan-akan tante bangga mempunyai anak indigo dimana ia mengatakan bahwa itu merupakan suatu kelebihan, yang ia sebut2 indra ke enam.. tanpa bermaksud menggurui, aku berkata bahwa dalam Islam dikatakan dalam sebuah hadist bahwa yang mampu melihat wujud asli malaikat dan jin adalah para Nabi, apabila ada yang berkata ia mampu maka sesungguhnya ia telah berbohong, dalam artian, orang yang mampu melihat penampakan jin (penampakan saja dan bukan wujud aslinya) maka orang itu dikatakan sebagai orang yang dirasuki jin atau di dalam tubuhnya diikuti jin sehingga ia mampu melihat penampakan2 yang tak dapat dilihat oleh orang lain. namun sayangnya tante menolak, meski nenek mengatakan bahwa ia kasihan sekali dengan ota, takut ota tumbuh tidak semestinya, tak menjadi anak yang ceria seperti anak2 lainnya.
tak ada yang mampu kami katakan lagi, ortu ota sendiri menolak anak mereka diobati karna mengaggap indigo adalah sebuah kelebihan dan anugrah dan bukanlah suatu cobaan bagi rumah tangga mereka. aku menangis tatkala melihat ota tidur..kasihan Ota. kukunya rapu dan berdarah apabila anak2 lain mulai mengejeknya karna ia gigiti ujung2 jarinya.. yang hanya bisa kulakukan hanyalah mengajari ota do’a2 sehari2 maupun ayat2 pendek agar Allooh menjaganya dari gangguan Jin syaithan yang terkutuk.
namun Alloh mengabulkan do’a kami, meski ortunya menolak, namun pertolongan Alloh itu datang tanpa terduga.. diawali sebuah insiden yang hampir membunuhku

~episode keenam~
Setelah kejadian di episode kelima, aku pulang kerumah karna ada beberapa tugas kuliah yang harus aku selesaikan. namun tetap di dalam benakku selalu memikirkan Ota. Sampai kira2 seminggu dari kejadian itu ota beserta kedua orangtuanya main kerumah kami.. pucuk dicinta ulam pun tiba.. aku bahagia bukan main, namun tidak dengan kedua ayukku yang takut dengat Ota, takut nanti ia berkata ini itu.. kata ayuk-ayukku mending ga tau apa2 daripada dikasih tau kalau ada penampakan disini dan disitu.. hehe benar juga.. mereka berdua akhirnya joinan pilih kabur dengan alasan mau kerumah teman sudah janjian. singkat cerita, ota bermain dengan teman2 kecil disamping rumah kami. sebelumnya kubilang pada ota untuk tidak banyak cerita pada teman2nya karna takut nanti dia tersakiti. jam demi jam berlalu.. kuawasi mereka bermain..alhamdulillah aman-aman saja…
Seingatku saat itu sekitar pukul empat sore, lepas ashar..kami kedatangan tamu.. adik sepupu papaku.. seorang pelajar lulusan madinah yang lebih tua 5 tahun dariku.. sengaja mampir untuk memberitahukan rencana lamarannya minggu depan.. wah kami senang bukan main.. sambil kroscek siapa calon istrinya yang nampaknya ia pun masih malu2 untuk cerita. riak tawa kami menggema diseluruh rumah… sampai akhirnya anak kecil tetanggaku masuk kerumah dan memanggilku…
Ota hilang… dicari-cari ketika mereka bermain petak umpet.. hilang entah kemana…
gempar hampir 1 RT membantu mencari ota.. degup jantungku berdebar.. kami takut tlah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan padanya.

~episode ketujuh~
sepertinya saat itu menjelang maghrib.. mungkin setengah jam menjelang maghrib.. entah bagaimana mengatakannya kerisauan kami saat itu.. sampai akhirnya terbesit di dalam fikiran, takut2nya ia disembunyikan oleh jin… maklumlah..kami tinggal dipinggiran palembang yg masih banyak hutan karet disekitar kami.. tempat percetakan produksi batu bata dan genting keramik.. dimana tanah-tanah galian itu apabila tidak diambil lagi gerabahnya maka akan digenangi air saat hujan. tiba2 aku berfikir apa mungkin ia ke hutan karet di ujung perumahan..? warga mencarinya disekitar rumah karna agaknya tidak mungkin ia bersembunyi sejauh itu..
mengikuti kata hatiku… aku mengajak Minta, anak kecil tetanggaku yang berada saat itu paling dekat denganku untuk melihat lihat “air kedukan” warga menyebutnya, air yang menggenang menjadi kolam di bekas penggalian gerabah. saat kami memasuki hutan karet dan beberapa jajaran batu bata yang sedang dikeringkan, kami melihat dari kejauhan sepatu yang dipakai oleh Ota. Positif!!! Ota pasti disini. lalu aku suruh manto utnuk lekas lari memberitahu warga bahwa ada sepatu ota disini, aku suruh ota lekas berlari sekencang-kenca
ngnya.
sambil melewati bebatuan, aku memanggil-manggil Ota..
Ota…
Aisyah.. Otaaaa….
lalu ada yang menjawab..”Iya Kakak..”
Lalu aku tersenyum senang.. lalu senyumku turun kembali saat aku berfikir.. OTA TAK PERNAH MEMANGGILKU “KAKAK”
berdesir darahku melaju kencang..badank
u panas… bulu romaku berdiri… detak jantungku tidak terkira lagi… dengan gemetar aku tersadar..Allooh Maha Pelindung.. Kubaca surah Al-Baqoroh yang kuhapal sekiraku.. lalu ayat2 ruqyah lainnya seingatku… segalanya bercampur menjadi satu di dalam perasaanku.. sampai akhirnya kupanggil lagi..
Otaaa.. Naaak…
aisyaaaaaaaah.. kamu dimanaaaaaaaa… Pulang yuuuuk
lalu ada yang menjawab…
Aku belum mau pulang kakak….
rasa takut, bercampur sedih.. kuberanikan diri..lantas aku berteriak.
HAI SYAITON!!!! KEMBALIKAN AISYAH!!!! DASAR JIN LAKNAT!!!!
tiba-tiba terdengar teriakan anak kecil di air kedukan… saat itu aku berlari dan menerjang beberapa batu yang disusun rapi.. aku berlari ingin menyelamatkan Ota.. lalu kulepas rokku menyisakan celana panjang yang kupakai, aku terjun dan berenang menyelamatkan ota.. sampai ditengah air kedukan yang berwarna kuning itu aku justru tak menemukan ota.

~episode kedelapan~
aku memutar mataku melihat disepanjang air kedukan itu tak ada ota.. Ya Alloh kemana anak itu… berlinangan airmata aku berenang kesana kemari sambil berteriak memanggil Otaaaa… Aisyaaaaah.. Otaaa…
Saat itu terasa ada yang menarik kaki kiriku… aku berusaha berenang kembali dan kugoyangkan kaki.. lalu ia menarik kaki kananku… dalam hatiku yang bercampur aduk… apakah ota yang menarik kakiku… saat itu aku putus asa dan ketakutan.. hanya Alloh masih melindungiku..aku berdo’a dengan do’a nabi yunus..
LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHOOLIMIIN…
lalu kulihat papaku berlari menuju air kedukan itu menolongku.. aku berteriak “PAAA ADA YANG MENARIK KAKIKU!!!” lantas bapak-bapak terjun semua menolongku… mereka menyelam dan memastikan tak ada apapun yang menarik kakiku.. aku dibantu untuk sampai kepinggir. ibu-ibu lalu banyak yang menolongku.. saat itu suasana ricuh dan menegangkan.. warga banyak yang berteriak memanggil nama Ota karna sepatu ota berada disana.. lalu apakah ota sudah tenggelam..?

~episode kesembilan~
Ammi (paman) kami yang akan menikah itu kulihat berdiri dipinggir air kedukan lantas berdo’a..membaca ayat-ayat suci Al-qur’an.. dengan kuat dan lantang.. sambil airmatanya bercucuran.. karna terharu lalu warga yang lain juga berdo’a seadanya.. mereka membaca do’a maupun ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka bisa.. sampai akhirnya ada yang berteriak
“Ayaaaaaaah” itu suara ota… Ya Allooh ota ada diatas pohon yang di dekat air kedukan itu… Ya Alloh kami semua menangis bahagia.. lalu Omku (ayah Ota) menggendong Ota.. namun seketika itu Ammiku melepaskan Ota dari gendongan ayahnya.. iya memegang kepala ota sembari duduk lalu membaca surat-surat Ruqyah.. tiba-tiba ota berteriak kesakitan dan meronta.. lalu warga memegangi anak kecil itu dan ammiku melanjutkan bacaan surat-surat ruqyah.. tak lama dari itu ota pingsan..
lalu kami pulang kerumah… otkami baringkan ditengah rumah.. diurut dengan minyak kayu putih dan obat herba dusun seperti kunyit halus dan jahe yang ditaruh dikepalanya… saat itu ammi membuka tasnya dan mengeluarkan 3 kurma, sepertinya kurma ajwa.. alias kurma nabi..warnanya hitam… ammi melumat kurma itu dengan sendok lalu disuapkannya ke ota yang masih pingsan saat itu… kami menangis.. apalagi ibunya Ota… dan diriku juga menangis kencang.. semua perasaan bercampur aduk dalam diriku… membuncah menjadi satu.. yaitu air mata.. hanya istighfar yang bisa kuucapkan.. semoga Alloh menolong anak kecil tak berdosa ini melalui semua ujian hidupnya..

~episode kesepuluh~
setelah kurma itu dimasukkan ke mulutnya dan mulutnya ditutup… tak sampai 1 menit..alhamdulillah Ota bangun… Alhamdulillah.. Sungguh Allooh Maha Penolong dan Pemurah bagi hambaNya yang memohon dengan sungguh-sungguh… semua orang berteriak bahagia.. asma Allooh tak hentinya terucap di lisan warga kami yang kini sudah hampir satu kampung datang kerumah..
singkat cerita.. maghrib telah lewat dan mendekati isya’.. ammiku menggendong Ota dan meletakkan ota dipangkuannya, sambil ia bertanya “dimanakah teman ota saat ini..?” ota tak menjawab hanya menggeleng-gelengkan kepala…
hari tlah menjelang malam..suasana telah tenang dan damai.. ammiku kembali mengajak mengobrol Ota saat itu.. Ota berkata saat itu ia diajak “temannya” untuk bersembunyi di tempat yang lebih aman.. yang ternyata itu Jin yang menyesatkannya dan menyesatkanku… Pamanku kembali meletakkan telapak tangannya di kening Ota dan melanjutkan Ayat2 ruqyah.. tampaknya paman tau bahwa Ota mempunyai teman tak kasap mata.. setelah itu ota sempat tertidur karna suara qiro’ah ammi kami sangat merdu.. kami bertanya kembali kepada ota..apakah temannya masih ada.. dan ota tiba-tiba langsung berdiri.
ia berkata
Kok temenku ga ada…? aku punya 5 temen sekecil aku, 2 tante cantik tapi tante satunya suka jadi jelek mukanya kalo aku ga nurut sama dia. trus aki-aki botak yang sakit mata kemana ya..?
ota celingak-celinguk.. kami semua terdiam…
Masyaa Allooh…. ammiku bertanya kepada ortu Ota semenjak kapan ia demikian.. lalu diceritakan kisah awal ota sendari ia bayi atau mungkin saja sendari ia dilahirkan.. lantas ammi menasihati, kepada semua orang yang ada disana..anak indigo maupun orang dewasa indigo bukanlah suatu anugerah maupun berkah kelebihan..namun merupakan suatu cobaan dalam hidupnya dimana ia digandrungi Jin yang mencintainya dan hendak menyesatkan dirinya. harusnya mereka diobati dan dijauhkan dari godaan Jin yang menyesatkan… kita dilarang utnuk bersekutu dengan Jin dalam bentuk apapun karna itu merupakan perbuatan syirik yang takkan Allooh ampuni.

# # SPOILER##
sejak saat itu ota bermain dengan gembira tanpa ada lagi gangguan dari jin2 yang dulu ia kira temannya… sampai saat ini.. bahkan ortunya sadar dan mulai mendekatkan diri kepada Allooh.. perubahan besar kulihat dalam diri Ota..OCDnya sudah sembuh.. bahkan bebeapa hari lalu kilihat jarinya tumbuh menjadi jari yang lentik dan jelita… bahkan kutanya kemana temannya, ah ia malah marah dan mencubitku…

NB: nenekku meninggal di tahun 2009.. dan lusa lalu kakekku meninggal dunia… saat itu kutanya kepada Ota yang mudik kemarin bersama ortunya dan keluarga lainnya, ia tak melihat apa-apa..dan ia tidak pernah lupa untuk selalu membaca dzikir pagi dan petang.
Cerita ini nyata dari anindia Palembang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s