Akhlaq thd benda (2)

☕ Psycho Coffee Morning ☕

Oleh : Ani Ch, penulis buku & pemerhati pendidikan keluarga

Weekday Edition for Parents

🌀📝🌀📝🌀📝🌀📝🌀

Teman, edisi selasa-kamis akan mengajak kita untuk merenungi tema pendidikan anak, kita semua punya kewajiban untuk mendidik bukan? Minimal mendidik anak-anak kita sendiri, juga anak-anak yg ada di lingkungan kita sendiri, dan tentunya untuk anak-anak bangsa ini, generasi penerus kita.

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛

Selasa, 28 Juli 2015

Akhlak terhadap Benda-benda (bagian 1)

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛

Teman, agar benda2 mati menjadi sahabat kita, dan bukan musuh bagi kita, maka mengelola benda-benda tentulah tidak boleh sembarangan..dan jangan bilang ini sesuatu yg remeh..percaya atau tidak, masih banyak orang dewasa belumlah berkembang kemampuan dalam mengelola benda-benda. Saya sendiri salah satunya, yg entah kenapa masih harus selalu diingatkan dan di back up oleh lain utk mngurus benda-benda.

Dan ketika saya buka kembali salah satu buku yg saya tulis (Stimulasi Anak Sejak Dini-red), saya cermati lebih detil…ternyata bagaimana kita memperlakukan benda2 harusnya diajarkan sejak dini, berikut beberapa cuplikannya :

⌛ Usia 9 bulan, bayi perlu belajar memasukkan benda ke dalam wadah
⌛Usia 12 bulan, bayi perlu belajar menyusun benda-benda secara berjajar ke samping atau ditumpuk ke atas
⌛Usia 15 bulan, bayi perlu belajar mengeluarkan benda dari wadah dan memasukkannya kembali.
⌛Usia 18 bulan, bayi perlu belajar membereskan mainan setelah selesai bermain.
⌛Usia 2 tahun, anak perlu belajar menata benda sesuai kesamaan bentuk & ukuran
⌛Umur 3 tahun, anak perlu belajar mengelompokkan benda2 menurut jenisnya.
⌛Umur 4 tahun, anak perlu belajar menata mainan dan barang pribadinya sendiri.
⌛Umur 5 tahun, anak perlu mulai belajar membereskan rumah.

Hwaaaaaa…..hal2 yg yg harus dikuasasi oleh bayi2 ini ternyata belum bisa dilakukan oleh orang dewasa ya..Kita dg entengnya tidak menutup pasta gigi setelah memakai, tidak mengembalikan sabun mandi ke tempatnya, mencampur aduk kosmetik dan obat2an di dalam satu wadah, juga tidak segera membereskan peralatan kerja kita setelah selesai menggunakannya.

Makanya…yg punya anak…hayuuuuk segera diajari agar terbiasa, agar tidak teledor spt orangtunya.

Soal yg sepele tp memang tidak mudah…mengapa? Karena begitu sepelenya, jadi berasa nggak penting untuk diurusi.

Teringat oleh saya…saya pernah ikuti sebuah kursus Islamic Study tingkat basic…ketika suatu kali ada kelas ttg bahasan Akhlaq…diterangkanlah oleh narasumbernya waktu itu, Ustad Muhammad Sholeh Drehem, bahwa orang yg tekun beribadah tapi tidak berakhlaq, ibadahnya masih belum bermakna.

Dan akhlaq begitu luasnya, sampai mencakup bahasan ttg akhlaq terhadap benda-benda..orang yg beriman akan berakhlaq, dan yg berakhlaq haruslah bisa mengelola benda2 dg baik

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛

Reshare by fb Garasi Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s