Akhlaq terhadap benda (2)

☕ Psycho Coffee Morning ☕

Oleh : Ani Ch, penulis buku & pemerhati pendidikan keluarga

Weekday Edition for Parents

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛

Teman, edisi selasa-kamis akan mengajak kita untuk merenungi tema pendidikan anak, kita semua punya kewajiban untuk mendidik bukan? Minimal mendidik anak-anak kita sendiri, juga anak-anak yg ada di lingkungan kita sendiri, dan tentunya untuk anak-anak bangsa ini, generasi penerus kita.

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛

Rabu, 29 Juli 2015

Akhlak terhadap Benda-benda (Bagian 2)

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛

Ganis Andaru, nama yg aneh utk saya yg orang jawa…beruntung sekali Allah mempertemukan kami. Saya & suami telah membeli mobil dari bapak ini beberapa waktu yang lalu..Sebuah mobil yg umurnya sudah setara mahasiswa baru..tetapi yg luar biasa adalah bahwa mobil ini berfungsi dengan baik. Setiap kali kami mengendarainya…ada saja hal2 yg membuat kami merasa beruntung..Kakak sepupuku bilang mobil ini kemampuannaya setara Xenia (ups sebut merk, gakpapa deh). Adikku bilang, wooow AC nya dingin ya…Ibuku bilang, enak yg dinaiki..Suamiku bilang, ban nya bagus ya.. Aku bilang, mobil ini wangi ya…sip banget milih parfumnya..yang kami bayangkan secara jelas adalah bahwa pemilik sebelumnya telah merawat mobil ini dengan sangat baik..

Saya bisa yakin bahwa si bapak Ganis ini punya akhlak yg luar biasa terhadap benda2 dan buah dr akhlaknya adalah memberikan kemudahan, kenyamanan bagi kami pemakai berikutnya.

Teman, hal yg luar biasa dr yg sepele ini adalah bahwa berakhlaq terhadap benda2 dg baik ternyata membuahkan hasil memudahkan serta menyamankan orang lain. Mengapa? Karena benda2 yg kita pakai tidak selamanya akan jadi milik kita..bisa kita berikan atau kita jual pada orang lain, bisa juga terwariskan pd keluarga karena kita telah tiada. Bayangkan jika kita mampu menjaga & merawat benda2 itu bersama kita..tentunya pemakai berikutnya akan dimudahkan..sebaliknya, jika kita sembarangan merawat maka akan bobroklah kualitas barang itu, dan pemakai berikutnya hanya bisa mengeluh atau bahkan memaki.

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛

Lalu apakah yg perlu kita latihkan pada anak2 kita agar memiliki akhlaq yg baik terhadap benda? Yang 5th ke bawah telah dibahas kemarin..untuk usia 7 tahun ke atas saya sarankan utk melatihkan 5S. Saya dilatih utk menerapkan 5S persis ketika menjadi guru baru, sekitar 10 tahun yg lalu. Ada pelatihannya lhooo, dan saya masih menyimpan materinya. 

Konsep 5S ini satu paket dg Kaizen, sudah umum dilakukan di berbagai perusahaan. Ini konsep umum yg berasal dr Jepang untuk pengelolaan benda2. Wikipedia pun memuatnya. Inilah pokok2nya :

🔑1S — Seiri
Seiri merupakan langkah awal implementasi 5S, yaitu: pemilahan barang yang berguna dan tidak berguna:Barang berguna perlu disimpan dan barang tidak berguna perlu dibuang. Maka ketika sedang membereskan barang, kita hanya perlu tanya pada anak, masih dipakai? Jika ya..oke mari kita simpan. Jika tidak, mari kita buang. Sederhana sekali. Tapi tidak mudah…mengambil keputusan ‘menyimpan sampah’ lebih sering terjadi krn kita tdk jeli..selalu merasa ‘sayang’ membuang barang.

🔑 2S – Seiton
Seiton adalah langkah kedua setelah pemilahan, yaitu: penataan barang yang berguna agar mudah dicari, 
dan aman. Kita perlu melatih anak untuk menempatkan barang-barang berguna secara rapi dan teratur kemudian diberikan tanda atau penjelasan tentang tempat, nama barang, dan berapa banyak barang tersebut agar pada saat akan digunakan barang tersebut mudah dan cepat didapat. Kegiatan ini akan mengurangi pemborosan dalam bentuk gerakan mondar-mandir mencari barang.

🔑 3S – Seiso
Seiso adalah langkah ketiga setelah penataan, yaitu: pembersihan barang yang telah ditata dengan rapi agar tidak kotor.Sebisa mungkin rumah dibuat bersih dan bersinar seperti ruang pameran agar lingkungan sehat dan nyaman sehingga membuat kita termotivasi beraktivitas.

🔑 4S – Seiketsu
Seiketsu adalah langkah selanjutnya setelah seiri,seiton, dan seiso, yaitu: penjagaan lingkungan yang sudah rapi 
dan bersih menjadi suatu yg berkesinambungan. Keadaan yang telah dilakukan harus dilaksanakan ke seluruh penghuni rumah dan  diperiksa secara rutin.

🔑 5S – Shitsuke
Shitsuke adalah langkah terakhir, yaitu penyadaran diri disiplin terhadap apa yg telah dilakukan. Jangan hanya semangat di awal…tapi terus menjaga semangat mengelola benda ini agar menjadi kebiasaan & tradisi keluarga.

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛

Teman, seperti decision making training, self control training, dan training2 lain yg sudah kita bahas…prinsip ‘habbit’ berlaku…untuk anak 7 tahun ke atas, aksi 5R ini harus dijadikan sebuah ‘rutinitas’ sampai jadi kebiasaan, sampai jadi sebuah sikap otomatis..krn kalau hanya sekedar ‘bisa’ atau sekedar ‘pernah’, maka tak akan berdampak pd perubahan perilaku. Konon Toyota adalah perusahaan yg sukses membuat karyawan2nya untuk menerapkan 5S ini dlm keseharian bekerja..dan bisa jadi inilah yg membuat perusahaan ini survive bbrp dekade. Semoga kita bisa melatih anak2 kita..

⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛🔑⌛
Reshare by Fb Garasi Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s