Kapan anak perempuan berhijab?

NUKILAN HIKMAHNukilan hikmah kajian, catatan, dan permenungan.
Main Menu

Skip to content
KAPAN SEORANG ANAK PEREMPUAN DIPERINTAHKAN MEMAKAI HIJAB?
06/05/2015 · by aibnuahmad · in Parenting Nabawiyah. ·
Pembahasan tema “Kapan seorang anak perempuan diperintahkan memakai hijab?” dalam kitab Tarbiyatul Athfal fii Hadist Asy-Asyarif karya Dr. Khalid Ahmad Asy-Syantut.

Tema hijab adalah tema besar dalam Islam karena tema ini adalah tema kehormatan, kemuliaan, dan kesucian umat yang besar.
Jika kita saksikan relief peninggalan peradaban yang bukan berasal dari Islam, maka kita akan saksikan bahwa sebagian besar gambar yang ditampilkan ialah yang mempertontonkan ketelanjangan. Hal ini jauh berbeda dengan Islam yang peradabannya memanusiakan manusia.

Dr. Khalid menyampaikan dalam mukadimah pembahasan ini:
Termasuk hal yang dapat kita saksikan di kaum muslimah saat ini bahwa orangtua mereka mewajibkan untuk memakai hijab. Muslimah itu berada dalam keadaan dipaksa memakai hijab (konteks Dr. Khalid dalam kalimat ini di jazirah Arab). Bahkan sebagian muslimah memandang hijab itu dengan ketidaksukaan. Jika sudah tidak suka, pasti mereka akan meninggalkannya saat ada kesempatan, misalnya saat mereka bepergian ke tempat yang jauh.

Sejak dahulu, salah satu target iblis ialah menelanjangi manusia, sebagaimana yang mereka lakukan pada Adam dan Hawa.

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-A’raf: 27)

Oleh karena itu, kita saksikan bagaimana setan memperdayai manusia dengan membisikkan bahwa berhijab itu menyebabkan rambut rusak, kutuan, menutupi mahkota terindah kaum hawa, dan seterusnya.

Ketaatan wanita dalam perintah memakai hijab akan terus mendekatkannya kepada Allah dan menjadikannya mengharap ridho Allah. Dan seorang wanita mukmin akan menjalankan perintah ini dengan antusias dan penuh kecintaan. Inilah yang disebut ibadah, yaitu saat ketundukan dan kecintaan bergabung menjadi satu.

Anak perempuan harus dilatih berhijab sejak kecil.
Syaikh Ali Ash-Shobuni berkata,
“Setiap orangtua muslim diminta untuk membiasakan putrinya memakai hijab syari di usia 10 agar tidak sulit untuk memerintahkannya di kemudian hari.” (Usia 10 ini diqiyaskan dari perintah dalam hadist yang telah kita bahas sebelumnya).
Dr. Khalid berkomentar, “Sesuai pemahaman saya, jika diqiyaskan dengan hadist tersebut, maka seharusnya di usia 7. Usia 10 itu usia saat seorang anak dipukul jika tidak menggunakan hijab (usia evaluasi). Dan usia 10 itu usia yang sangat terlambat untuk mendidik anak-anak beribadah.”

Para ulama Syafi’iyah berkata,
“Anak perempuan itu dihijabkan ketika sudah diminati sehingga berbeda-beda usianya. Perbedaan ini bisa dinilai dari tingginya, kesehatannya, kecantikannya, atau dari lingkungan ia tinggal. Ia diperintahkan untuk berhijab meski belum baligh. Jika anak tersebut sudah mulai disukai namun belum diberikan hijab, maka berdosalah orangtuanya. Sebagian anak tersebut ada yang sudah diminati di usia 10, ada juga yang di usia 7.”

Bagaimana cara melatih seorang anak perempuan untuk memakai hijab?
Hendaknya, anak-anak mulai diarahkan untuk menutup aurat di usia 3-4 tahun. Anak di usia ini jangan dibiasakan buang air kecil sembarangan atau berlarian tanpa menutup aurat.
Anak perempuan juga dilatih untuk menutupi tubuhnya (kecuali rambut, wajah, leher, tangan, dan telapak kakinya) di depan mahramnya. Dan anak perempuan dilatih untuk menutupi tubuh mulai betisnya, tangannya, dan dadanya. Dilatih pula untuk memakai celana panjang, bahkan saat tidur. Orangtua juga menampakkan wajah ketidaksenangan jika perintah ini dilanggar.

Sejak usia 5 tahun, anak perempuan dilatih untuk tidak memasuki perkumpulan pria yang bukan mahramnya. Mereka juga dimotivasi untuk memakai hijab saat keluar rumah. Anak di usia ini akan otomatis terdorong mengikuti ibu dan saudara perempuannya.

Pada usia 7, barulah anak mulai diperintahkan untuk memakai hijab. Jika anak melanggar, berikanlah hukuman tanpa pukulan.

Jika di usia 10 belum juga berhijab, maka hukumlah dengan pukulan.

Terkait masalah penggunaan hijab, lihat pembahasannya di ilmu fikih. Berhati-hatilah jangan sampai berada di dua kutub, yang terlalu meremehkan, atau terlalu ekstrim.

Tanya jawab:

1. Bolehkah saling memeluk antara saudara?
Selama pelukan dengan sesama mahram itu masih normal, maka tidak apa-apa. Rasulullah pun memeluk dan mencium Fathimah, padahal ketika itu Fathimah sudah memiliki anak.

2. Salah satu tolok ukur keshalihan ialah pakaiannya. Tidak benar kalimat-kalimat semisal, “Jangan ukur seseorang dari cara berpakaiannya.” atau “Hatinya dulu yang dijilbabkan, baru kepalanya.”
Pembahasan tentang keshalihan hati ada bab tersendiri. Penampilan kita menunjukkan siapa kita.

3. Bagaimana dengan orangtua yang memandikan anaknya?
Orangtualah yang mengurusi anaknya, termasuk mengajarinya adab di kamar mandi. Usahakan jangan sampai orang lain, termasuk saudaranya, yang menemani anak saat berada di kamar mandi.

4. Pembicaraan tentang pakaian bukan hanya antara kita dengan Allah, namun juga hubungan antara sesama manusia.
Di agama lain pun, yang diajarkan ialah cara berpakaian yang sopan. Misalnya, para biarawati atau Bunda Maria yang menggunakan penutup kepala.
Hal yang mengherankan dan menjadi pertanyaan, benarkah pakaian adat daerah-daerah di Indonesia? Pakaian ini merujuk ke adat di tahun berapa?

5. Latihan ibadah dalam Islam biasanya selalu dimulai dari latihan gerakan fisik, meskipun hatinya belum khusyuk. Misalnya ibadah shalat dan puasa. Begitu pula dengan berhijab. Proses khusyuknya hati terus meningkat seiring bertambahnya usia dan ilmu mereka.
Berhijablah dahulu! Barulah Allah memperbaiki hati anda, In syaa Allah.

6. Tema ghadhul bashar merupakan bagian dari perintah memisahkan tempat tidur di usia 10.

Kajian Rutin Parenting Nabawiyah
Ust. Budi Ashari, Lc.
Masjid Darussalam GTA, 6 Mei 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s