Prestasi seorang bunda

Saat seorang wanita menikah dan kemudian mendapat amanah seorang anak dari rahimnya, maka sesungguhnya ada konsekuensi yang menyertainya. Welcome to the mom’s world.
Seorang ibu atau bunda kemudian menjadi terikat dengan sang buah hati ini. Bukan karena terpaksa, tapi ikatan ini terhubung dengan sendirinya, mungkin representasi plasenta bayi yang terbentuk 9 bulan lamanya dan seketika membuat ibu dan bayi satu nyawa.
Konsekuensi utama tentunya perubahan perhatian sang ibu. Dari dirinya sendirinya kemudian menjadi berbagi pada sang janin. Dalam segala hal. Mulai dari terambilnya waktu tidur untuk begadang menemani malaikat kecil tengah malam, berbagi waktu aktivitas yang semula full untuk tugas kantor menjadi ada waktu berkualitas di rumah hingga berubahnya prioritas maupun targetan dalam hidup. Saya katakan ini konsekuensi menjadi ibu. Untuk ayah hal ini sedikit diabaikan karena kaum adam memiliki hak dan mewajiban untuk mencari nafkah diluar rumah yang jauh lebih longgar sehingga tidak terlalu terikat dengan rumah sekaligus penghuninya
Maka saat tugas ibu begitu banyaknya, dari mulai kuliah, bekerja, berdandan hingga bisnis. Urusan merawat dan mendidik anak tetap menjadi prioritas.
Kadangkala rencana masa depan perlu diubah arahnya 180 derajat saat dibenturkan dengan kondisi domestik. Anak yang kurang terawat akibat sang ibu terlampau sibuk menghadiri kelas kuliah sekaligus meja kerjanya harus lapang dada mengevaluasinaktivitasnya selama ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s