Memaknai Hari

Pernah merasa sangat hectic? sejak pagi buta, kemudian tergesa mengejar matahari yang baru naik.. dan sesaat sudah harus berada di tempat lain berkilo-kilo jaraknya.. ditambah janji bertemu saudara lain lewat hp, bb, dan akhirnya  menghadiri acara sampai penghujung hari..

Bisa jadi lelah fisik mendera, dan ikut mempengaruhi emosi, dan barangkali sedikitnya itu tersisa sampai di rumah, saat mata-mata indah memandang penuh harap untuk dibelai, disapa, dan dibacakan dongeng sahabat nabi..

Kelola emosi, pejamkan mata sejenak, tarik nafas panjang, berikan senyum terlebar, dan simpan lelahmu di tengah malam nanti. Inilah nikmatnya menjadi ibu, menjadi pengusaha, menjadi aktivis da’wah.. Betapa Allah sangat sayang dengan menganugerahkan banyak agenda untuk kita lalui setiap harinya.. diberikan kesehatan sehingga lancar menjalaninya satu persatu. Maka bersyukurlah.. Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?

Sesungguhnya para sahabat jauh lebih sibuknya.. dan mereka memohon pertolongan Allah lewat sholat malamnya, agar esok pagi dapat dilewati dengan langkah tegak, agar jalan panjang terlihat terang. Karena kita hanya makhluq tanpa daya yang memohon izin untuk tinggal sejenak di bumi maha luas ini

Ya Rabbi.. jadikan kami hambaMu yang terampil memaknai hari, sehingga bertambah selalu iman kami dan berlipat rasa syukur pada-Mu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s